Prabowo Terima Laporan Bahlil, 1.400 Desa Akhirnya Nikmati Listrik! Proyek Hilirisasi Nikel CATL Juga Siap Berproduksi

MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan perkembangan program penyediaan akses listrik desa serta kemajuan proyek hilirisasi nikel yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Sebelum memasuki pertemuan, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah terus mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah Indonesia. Dari sekitar 11 ribu desa yang sebelumnya belum menikmati aliran listrik, kini sekitar 1.400 desa telah selesai dibangun jaringan dan infrastruktur pendukungnya.

“Dari 11 ribu desa yang belum ada listrik, sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap diresmikan. Jadi saya akan laporkan kepada Bapak Presiden,” kata Bahlil, di Istana Merdeka, Rabu (29/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), melalui penyediaan akses energi yang merata.

Selain membahas program listrik desa, Bahlil juga melaporkan perkembangan sektor pertambangan, termasuk proyek ekosistem baterai kendaraan listrik yang dikembangkan bersama perusahaan asal China, CATL.

Menurutnya, proyek yang mulai dikembangkan pada 2025 itu kini telah selesai dan siap memasuki tahap produksi.

“Sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi. Ini bagian daripada implementasi hilirisasi daripada nikel,” ujar Bahlil, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah menilai proyek tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia melalui kebijakan hilirisasi.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2029 mampu menjangkau 5.758 desa dengan penyambungan listrik bagi sekitar 1,2 juta rumah tangga di seluruh Indonesia.

Target tersebut selaras dengan arah kebijakan ketenagalistrikan nasional yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034, yang menitikberatkan pada pemerataan akses energi hingga ke pelosok negeri.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menegaskan bahwa akses listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperkuat layanan kesehatan.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan dan penguatan hilirisasi industri, pemerintah berharap pemerataan pembangunan dapat dirasakan hingga ke desa-desa paling terpencil di Indonesia.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *