MimbarJurnalis.com, BATAM – Kabar mengejutkan datang dari Koperasi Desa Merah Putih pertama di Kota Batam. Koperasi yang berlokasi di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, kini tidak lagi beroperasi setelah aktivitasnya berhenti sejak sekitar Juni 2026.
Bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai pusat kegiatan koperasi tampak kosong. Padahal, koperasi yang diresmikan pada September 2025 itu sempat menjadi andalan warga karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan toko-toko di sekitarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, koperasi tersebut hanya beroperasi sekitar lima bulan sebelum akhirnya menghentikan seluruh aktivitasnya. Penutupan diduga berkaitan dengan berakhirnya masa sewa bangunan serta kendala operasional.
Warga Akui Sangat Terbantu
Salah seorang warga Pulau Buluh, Alimatusyadiah, mengaku keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Sebelumnya banyak yang beli karena selisih harganya lumayan. Tapi sekarang sudah tutup,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, lokasi koperasi merupakan rumah milik warga yang disewa oleh pengurus koperasi. Setelah masa sewa berakhir, pemilik rumah memutuskan menggunakan kembali bangunan tersebut sehingga operasional koperasi pun berhenti.
“Pemiliknya sudah mau pakai bangunan itu lagi karena masa sewanya sudah habis,” katanya.
Ia menambahkan, banyak warga merasa kehilangan karena koperasi tersebut menawarkan harga sembako yang lebih murah dibandingkan toko-toko lainnya di Pulau Buluh.
“Sangat terbantu sebenarnya untuk warga di sini belanja di sana karena lebih murah. Tapi kalau barang-barangnya dari mana kami tidak tahu,” tambahnya.
Wali Kota Batam Mengaku Baru Mengetahui
Menanggapi informasi tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku belum menerima laporan mengenai berhentinya operasional Koperasi Desa Merah Putih di Pulau Buluh.
“Saya baru tahu. Saya akan cek dulu. Koperasi Desa Merah Putih, kan? Bukan koperasi nelayan? Saya cek dulu ya,” kata Amsakar.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Batam akan terlebih dahulu melakukan pengecekan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi koperasi tersebut.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Batam belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti berhentinya operasional Koperasi Desa Merah Putih di Pulau Buluh maupun langkah yang akan diambil untuk memastikan keberlanjutan program koperasi tersebut.
Padahal, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta pemberdayaan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Masyarakat kini berharap koperasi tersebut dapat kembali beroperasi atau pemerintah segera menghadirkan solusi agar warga Pulau Buluh tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Toni






