Tawuran Pelajar Temiang Batam Dipicu Hoaks Korban Kecelakaan

MimbarJurnalis.com, BATAM — Tawuran pelajar terjadi di kawasan Temiang, sebelum Simpang Basecamp, Batam, Kamis (10/9) dini hari. Aksi tersebut diduga dipicu informasi keliru yang menyebut korban kecelakaan sebagai korban tawuran antarpelajar.

Tawuran melibatkan sejumlah pelajar dari SMKN 4 Batam dan SMKN 5 Batam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sebelum tawuran, beredar video seorang korban kecelakaan dalam kondisi terluka dan berdarah. Video itu diduga direkam setelah terjadi kecelakaan dalam aksi balap liar di kawasan Mata Kucing, Sei Temiang, pada malam Minggu.

Video tersebut kemudian beredar di kalangan pelajar. Namun, muncul narasi yang menyebut korban dalam video sebagai korban tawuran antarpelajar.

Informasi yang belum terverifikasi itu diduga memicu keresahan hingga muncul ajakan melakukan aksi balasan.

Kerumunan pemuda bahkan terlihat di kawasan Simpang Basecamp sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (9/9) malam. Kondisi tersebut membuat warga dan pengguna jalan khawatir karena sejumlah pemuda diduga bersiap melakukan bentrokan.

Polisi kemudian melakukan patroli dan mendatangi lokasi untuk membubarkan kerumunan. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya bentrokan terbuka dan mengantisipasi jatuhnya korban.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Muhammad Rizky Fitrianor sebelumnya membenarkan adanya informasi mengenai keributan antarpemuda di kawasan Basecamp.

“Kami baru lidik ini, belum tahu kronologisnya,” kata Rizky.

Namun, pada Kamis dini hari, tawuran akhirnya benar-benar terjadi di kawasan Temiang. Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait memastikan tidak ada korban jiwa akibat tawuran tersebut.

Artinya, video berdarah yang sebelumnya beredar tidak berkaitan dengan adanya korban jiwa dalam tawuran pelajar di Temiang.

Polisi Panggil Tujuh Pelajar

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, polisi tetap mengambil langkah pembinaan. Sebanyak tujuh pelajar yang diduga terlibat tawuran dipanggil ke Mapolsek Sekupang pada Kamis (10/9).

Orang tua dan pihak sekolah turut dihadirkan dalam pertemuan tersebut. Para pelajar diberikan pengarahan agar tidak kembali terlibat dalam aksi tawuran.

“Jadi tadi kita panggil orang tua dan guru sekolah ke Polsek,” ujar Hippal.

Hippal menegaskan, tawuran antarpelajar tidak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Aksi tersebut dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan berpotensi membawa persoalan ke ranah hukum.

“Kami mengimbau kepada adik-adik, orang tua dan guru untuk saling mengingatkan terkait aktivitas anak-anak, baik di sekolah maupun di luar rumah,” katanya.

Polisi juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Sementara pihak sekolah diminta aktif memberikan edukasi serta pembinaan kepada siswa.

“Kami selaku pimpinan Polsek Sekupang akan mengambil langkah tegas terkait permasalahan yang terjadi. Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi pelajaran bagi anak-anak,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, para pelajar bersama orang tua juga diminta membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk tidak kembali terlibat tawuran.

Pihak sekolah menyatakan mendukung langkah kepolisian. Guru SMA 12, Doli, mengatakan sekolah siap memberikan tindakan apabila siswa kembali melakukan pelanggaran.

“Kami dari pihak sekolah mendukung pihak kepolisian dalam hal penindakan anak-anak kami. Apabila anak-anak kami melakukan pelanggaran hukum, kami dari pihak sekolah akan memberikan tindakan tegas,” ujarnya.

Perwakilan orang tua, Tri Narulli, juga menyatakan para orang tua sepakat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui perjanjian bersama.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, mulai dari kecelakaan yang diduga terjadi saat balap liar, penyebaran video, munculnya narasi keliru, hingga tawuran pelajar di Temiang.

Masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua, diimbau tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi dari media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

Riky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *