MimbarJurnalis.com, JAKARTA — Kreativitas anak tidak selalu ditunjukkan melalui kemampuan menggambar dengan bagus atau menghasilkan karya yang terlihat unik. Cara anak bermain, bertanya, mencari solusi hingga menggunakan benda di sekitarnya juga dapat menjadi bagian dari perkembangan kreativitas.
Bagi anak, kardus bisa berubah menjadi rumah, selimut menjadi tenda atau jubah, sementara benda sederhana lainnya dapat digunakan sebagai bagian dari permainan.
Sejumlah penelitian menunjukkan terdapat berbagai perilaku yang dapat menjadi tanda anak kreatif. Perilaku tersebut umumnya berkaitan dengan kemampuan anak berimajinasi, mengeksplorasi sesuatu dan menemukan berbagai kemungkinan.
1. Suka Bermain Pura-pura
Anak yang sering bermain pura-pura dan menciptakan cerita sendiri sedang menggunakan imajinasinya untuk membangun dunia berdasarkan pikirannya.
Misalnya, anak berpura-pura menjadi dokter, guru, superhero atau tokoh ciptaannya sendiri. Mereka juga dapat mengubah fungsi benda, seperti menjadikan kardus sebagai mobil atau bantal sebagai hewan.
Kemampuan bermain peran secara kreatif pada usia dini dapat berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir kreatif pada usia berikutnya.
2. Sering Bertanya
“Kenapa begini?” atau “Kalau dibuat seperti ini bagaimana?” merupakan contoh pertanyaan yang sering muncul dari anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Kebiasaan bertanya tidak selalu berarti anak sedang membuat orang tua kewalahan. Rasa ingin tahu justru dapat mendorong anak untuk mencari tahu, mencoba sesuatu dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Psychologica juga menemukan adanya hubungan positif antara kreativitas dan rasa ingin tahu.
3. Suka Mencari Cara Sendiri
Anak kreatif tidak selalu mengikuti satu cara ketika menyelesaikan permainan atau persoalan.
Ketika diberikan balok, misalnya, anak mungkin tidak membuat bentuk yang sama seperti contoh. Mereka dapat mencoba membuat jembatan, menara, kendaraan atau bentuk lain berdasarkan gagasannya sendiri.
Kebiasaan tersebut berkaitan dengan divergent thinking, yaitu kemampuan menghasilkan lebih dari satu ide atau solusi.
4. Menemukan Fungsi Baru dari Benda
Anak memiliki cara pandang yang berbeda terhadap benda di sekitarnya.
Kursi dapat dianggap sebagai mobil, selimut menjadi tenda, sementara kotak bekas bisa berubah menjadi rumah boneka.
Anak juga dapat mengubah aturan permainan atau membuat versinya sendiri. Perilaku tersebut menunjukkan adanya proses eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan.
5. Bisa Membuat Permainan Sendiri
Sebagian anak dapat menciptakan aktivitas tanpa harus selalu mendapatkan instruksi dari orang dewasa.
Mereka bisa membuat aturan permainan sendiri, menciptakan cerita atau menggunakan benda di sekitar untuk membangun permainan baru.
Kemampuan bermain secara spontan dan fleksibel atau playfulness juga dikaitkan dengan perkembangan proses berpikir kreatif.
Karena itu, memberikan ruang bagi anak untuk bermain dan menemukan aktivitas sendiri dapat membantu perkembangan kreativitasnya.
6. Senang Menggambar dan Bereksperimen
Anak yang senang menggambar, membuat kerajinan, menulis cerita, merancang sesuatu atau bereksperimen dengan berbagai bahan juga menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas kreatif.
Namun, orang tua tidak perlu khawatir apabila anak tidak terlalu suka menggambar.
Kreativitas anak memiliki banyak bentuk. Kreativitas dapat muncul ketika anak bermain, bercerita, mencari solusi, bereksperimen atau menemukan cara baru menggunakan suatu benda.
Berikan Anak Ruang untuk Bereksplorasi
Orang tua tidak perlu terlalu fokus mencari apakah anak sudah kreatif atau belum.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, bertanya, mencoba, bereksperimen dan menemukan cara sendiri justru dapat membantu kemampuan kreatif berkembang secara alami.
Lingkungan yang terbuka dan tidak terlalu membatasi eksplorasi juga dapat membantu anak mengembangkan imajinasi serta kemampuan memecahkan masalah sejak usia dini.
Riky






