MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membidik penerimaan pajak fantastis sebesar Rp806 triliun dari wajib pajak yang terdaftar di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar.
Target tersebut menjadi angka yang sangat besar karena setara sekitar 34,4 persen dari keseluruhan target penerimaan pajak nasional tahun ini.
Namun, DJP menegaskan tidak ingin mengejar target penerimaan secara membabi buta.
Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Dasto Ledianto, meminta jajarannya untuk lebih mengedepankan pendekatan cooperative compliance atau kepatuhan yang dibangun melalui kerja sama dan transparansi.
DJP Tak Mau Sekadar Kejar Target
Dasto mengatakan, wajib pajak dengan tingkat kepatuhan tinggi tidak harus terus-menerus menjadi sasaran pemeriksaan setiap tahun.
Menurutnya, hubungan antara DJP dan wajib pajak perlu dibangun melalui keterbukaan data serta kepercayaan.
“Mari kita bangun sinergi yang ‘ngeklik’ melalui transparansi data,” ujar Dasto dalam keterangannya.
Ia berharap para wajib pajak dapat menyampaikan seluruh kewajibannya secara transparan agar hubungan kemitraan dengan pemerintah dapat berjalan lebih baik.
Dengan kepatuhan yang tinggi, target penerimaan negara juga diharapkan dapat tercapai tanpa harus mengandalkan pemeriksaan secara berlebihan.
BUMN Strategis Ikut Hadir
Target Rp806 triliun tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar Kanwil DJP Wajib Pajak Besar.
Pertemuan itu turut dihadiri 55 pimpinan wajib pajak dari BUMN strategis, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), serta perwakilan media.
Forum tersebut membahas sejumlah isu penting, termasuk fasilitas nilai buku, Tax Control Framework, dan kuasa wajib pajak.
DJP ingin memastikan berbagai kebijakan perpajakan dapat memberikan kepastian dan transparansi, terutama dalam mendukung proses restrukturisasi usaha.
Rp806 Triliun Jadi Target Besar Negara
DJP menegaskan target penerimaan Rp806 triliun diharapkan dapat dicapai melalui hubungan yang lebih kooperatif antara pemerintah dan para wajib pajak besar.
Pendekatan ini juga menjadi bagian dari komitmen DJP untuk meningkatkan kepatuhan pajak tanpa hanya mengandalkan tindakan pemeriksaan.
Dengan kontribusi yang mencapai lebih dari sepertiga target penerimaan pajak nasional, wajib pajak besar kini memegang peran penting dalam menjaga pemasukan negara.
Mampukah target fantastis Rp806 triliun tersebut tercapai? DJP kini mengandalkan transparansi, kepatuhan, dan kerja sama dengan para wajib pajak besar untuk mengejar target tersebut.
Riky






