MimbarJurnalis.com, PANINJAUAN — Menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Paninjauan, Solok, Sumbar, pada 9 September 2026, perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu isu yang mengemuka. Ketua Karang Taruna Nagari Paninjauan sekaligus akademisi, Nanang Amin, SE., Alumni Ekonomi UNP, meminta pemerintah nagari lebih serius memperhatikan program kepemudaan.
Menurut Nanang, program pemuda tidak cukup hanya direncanakan. Pemerintah nagari harus memberikan dukungan nyata, baik secara moril maupun materil, agar potensi generasi muda dapat berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan nagari.
“Rami Kampung Iyo Dek Nan Mudo”
Nanang mengakui Karang Taruna masih memiliki kekurangan dalam pengelolaan organisasi. Namun, persoalan tersebut, menurutnya, harus dibenahi secara menyeluruh dan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan potensi pemuda.
“Rami kampung iyo dek nan mudo,” katanya.
Karena itu, ia menilai keharmonisan antara pemerintah nagari dan pemuda perlu dibangun. Generasi muda harus benar-benar menjadi bagian dari pembangunan, bukan sekadar menjadi pelengkap dalam kegiatan nagari.
Pemuda Merantau, Lapangan Kerja di Kampung Jadi Sorotan
Nanang juga menyoroti banyaknya anak muda yang memilih merantau. Selain mencari pengalaman dan pendidikan, mereka membutuhkan penghidupan yang lebih layak karena terbatasnya lapangan kerja di kampung.
Bahkan, banyak sarjana yang akhirnya meninggalkan Paninjauan. Kondisi ini, menurut Nanang, harus menjadi perhatian serius pemerintah nagari.
Ia mendorong pemberdayaan pemuda melalui lapangan usaha, akses bantuan, permodalan, dan ruang kreativitas. Dengan demikian, generasi muda memiliki lebih banyak pilihan untuk berkarya dan membangun masa depan tanpa harus selalu meninggalkan kampung halaman.
Ajak Pilwana 2026 Berlangsung Damai dan Tanpa Politik Uang
Terkait Pilwana Paninjauan 2026, Nanang mengajak masyarakat mengikuti proses demokrasi dengan gembira, damai, dan kondusif. Ia juga menegaskan pentingnya menolak politik uang.
Menurutnya, masyarakat Paninjauan sudah semakin cerdas dan mampu menentukan pilihan berdasarkan kualitas calon, bukan karena imbalan sesaat.
“Masyarakat Paninjauan sudah semakin cerdas dan mampu menentukan pilihan berdasarkan kualitas calon, bukan karena imbalan sesaat.”
Dorong Pemerintahan Nagari Transparan dan Berbasis Teknologi
Nanang berharap wali nagari terpilih mampu membawa perubahan sesuai perkembangan zaman. Ia menilai teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka melalui konsep smart office dan keterbukaan informasi publik.
Setiap program, kegiatan, dan kebijakan nagari, menurutnya, perlu disampaikan secara transparan agar masyarakat mengetahui sekaligus dapat mengawasinya.
Ia juga mengusulkan agar pemerintahan nagari mendatang memiliki staf hubungan masyarakat (Humas) yang secara khusus mengelola informasi dan publikasi kegiatan nagari.
Menurut Nanang, keterbukaan informasi akan memperkuat komunikasi pemerintah dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik.
Pilwana Paninjauan Bukan Sekadar Memilih Wali Nagari
Bagi Nanang, Pilwana 2026 bukan sekadar memilih wali nagari, tetapi juga menentukan arah Paninjauan ke depan. Ia berharap pemimpin yang terpilih mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, serta berani melakukan gebrakan.
“Zaman terus berputar. Pemuda harus diberi ruang, teknologi harus dimanfaatkan, dan pemerintahan harus semakin transparan,” tegasnya.
Indra






