MimbarJurnalis.com, BATAM – Selama ini Batam identik dengan wisata pantai, kuliner seafood, pusat perbelanjaan, dan pemandangan laut. Namun, di balik perkembangan kotanya, Batam juga menyimpan destinasi wisata alam yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Salah satunya adalah wisata mangrove Batam.
Hutan mangrove atau bakau menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus mencari tempat untuk bersantai. Berjalan di atas jembatan kayu yang membelah rimbunnya hutan bakau, menikmati udara segar, hingga menyusuri kawasan pesisir menggunakan perahu menjadi pengalaman yang berbeda.
Menariknya, sejumlah destinasi mangrove di Batam berada di kawasan Nongsa dan kawasan perkampungan tua yang menawarkan perpaduan antara alam, budaya lokal, serta aktivitas wisata.
Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata mangrove terbaik di Batam yang bisa masuk daftar perjalanan Anda.
1. Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, Bakau Serip
Salah satu destinasi yang wajib masuk daftar ketika mencari wisata mangrove Batam adalah Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu yang berada di kawasan Kampung Tua Bakau Serip, Nongsa.
Kawasan ini memiliki hutan mangrove alami dengan pepohonan bakau yang telah berusia ratusan tahun. Wisatawan dapat menjelajahi kawasan tersebut melalui jembatan kayu yang membentang di tengah hutan.
Selain menikmati suasana hijau, pengunjung juga bisa menemukan berbagai spot foto menarik. Kawasan ini turut menyediakan panggung seni budaya dan aktivitas penanaman bibit mangrove bagi wisatawan.
Destinasi tersebut juga pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Untuk melengkapi pengalaman berwisata, tersedia restoran seafood, toko suvenir, area bermain anak, hingga WiFi.
Lokasinya berada di Jl. Hang Lekiu KM 4, Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam.
2. Wisata Alam AVJ Mangrove
Ingin menikmati hutan bakau dengan suasana yang lebih tenang? Wisata Alam AVJ Mangrove bisa menjadi pilihan.
Destinasi yang berada di Batu Besar, Nongsa, ini menawarkan suasana hutan mangrove yang asri dan jauh dari kesan hiruk-pikuk perkotaan.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalur di atas kawasan bakau sambil menikmati udara segar dan pemandangan alam.
Tersedia pula sejumlah spot foto serta fasilitas toilet untuk wisatawan.
Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin mencari suasana santai atau sekadar melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
3. Desa Wisata Kampung Terih
Jika ingin mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, Desa Wisata Kampung Terih layak dipertimbangkan.
Destinasi di Kampung Tua Terih, Sambau, Nongsa, ini tidak hanya menawarkan kawasan mangrove, tetapi juga suasana perkampungan tua yang bersih dan asri.
Jembatan mangrove di tepi pantai menjadi salah satu daya tariknya. Wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas rekreasi dan petualangan.
Mulai dari camping, memancing, naik perahu, paintball, hingga menikmati makanan di warung lokal tersedia di kawasan ini.
Kombinasi wisata alam, aktivitas outdoor, dan kehidupan masyarakat lokal membuat Kampung Terih menarik bagi wisatawan yang datang bersama keluarga maupun rombongan.
4. Kampung Wisata Kelembak
Pilihan lainnya adalah Kampung Wisata Kelembak di kawasan Sambau, Nongsa.
Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sore dengan pemandangan alam yang lebih santai.
Kampung Wisata Kelembak juga cukup dikenal di kalangan wisatawan lokal yang gemar memancing.
Datang menjelang sore bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana kawasan pesisir sambil bersantai bersama keluarga.
Menikmati Mangrove Batam Saat Malam, Bisa Lihat Kunang-Kunang
Pengalaman menjelajahi wisata mangrove Batam ternyata tidak hanya bisa dilakukan pada siang hari.
Sejumlah operator wisata menawarkan paket fireflies tour dan mangrove heritage tour yang memberikan pengalaman berbeda.
Wisatawan dapat menyusuri sungai di dalam kawasan hutan mangrove menggunakan perahu kayu pada sore hari. Selama perjalanan, pengunjung berkesempatan menikmati suasana hutan sekaligus mengamati kehidupan satwa liar.
Ketika malam tiba, perjalanan berlanjut untuk melihat kunang-kunang yang berkelap-kelip di antara pepohonan bakau.
Pengalaman tersebut tentu menawarkan suasana yang jauh berbeda dibandingkan wisata mangrove pada siang hari.
Tarif paket yang ditawarkan berkisar Rp550.000 untuk dewasa dan Rp500.000 untuk anak-anak, tergantung operator dan paket perjalanan yang dipilih.
Bisa Sekalian Island Hopping dan Snorkeling
Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman lebih lengkap, tersedia pula paket perjalanan yang menggabungkan wisata pulau dan mangrove.
Sejumlah agen perjalanan menawarkan paket one day trip menuju kawasan seperti Pulau Ranoh dan Pulau Abang dengan berbagai aktivitas.
Wisatawan dapat menikmati snorkeling, bermain kano, hingga menjelajahi vegetasi mangrove di kawasan pesisir.
Paket semacam ini cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata bahari dan ekowisata dalam satu perjalanan.
Wisata Mangrove Batam, Alternatif Liburan yang Wajib Dicoba
Keberadaan berbagai destinasi tersebut menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menawarkan wisata belanja dan pantai.
Wisata mangrove Batam menghadirkan pengalaman liburan yang lebih dekat dengan alam, mulai dari berjalan di atas jembatan kayu, menikmati udara segar, belajar tentang ekosistem mangrove, hingga menyusuri hutan menggunakan perahu.
Kawasan Nongsa menjadi salah satu wilayah yang patut dipertimbangkan jika Anda ingin berburu destinasi mangrove saat berkunjung ke Batam.
Jadi, sudah siap menjelajahi sisi hijau Batam yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya?
Denni






