Mimbarjurnalis.com, Batam — Penguatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing industri konstruksi nasional. Hal tersebut menjadi perhatian APPEKNAS melalui kerja sama dengan KISEL Telkomsel Enterprise melalui PT Kinarya Teknik Utama yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Ketua Umum APPEKNAS, Dr. Ir. Fandy Iood, S.T., M.PWK., mengatakan bahwa transformasi digital harus mampu memberikan manfaat nyata bagi badan usaha kontraktor. Karena itu, pengembangan Digital Platform APPEKNAS diarahkan sebagai bagian dari upaya membangun layanan organisasi yang lebih modern, terintegrasi dan mudah diakses anggota.
Fandy Iood memberikan apresiasi kepada Telkomsel Enterprise dan KISEL atas kolaborasi yang dibangun bersama APPEKNAS. Apresiasi juga diberikan kepada Budi Mulia Hasibuan, Ismu Widodo, Raymond Sembiring, jajaran KISEL, serta Dedi Dwi Rinaldi selaku Direktur PT Kinarya Teknik Utama beserta seluruh tim yang mendukung terlaksananya penandatanganan PKS.
Kerja sama ini diharapkan dapat membantu kontraktor menghadapi tuntutan era digital. Teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang perluasan jejaring bisnis serta mempercepat transformasi layanan pada sektor konstruksi dan infrastruktur.
Digital Platform APPEKNAS akan dikembangkan sebagai pusat layanan digital bagi anggota. Melalui platform tersebut, proses pendaftaran keanggotaan, pengelolaan data, komunikasi, serta penyampaian informasi dan layanan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Sementara itu, dukungan KISEL Telkomsel melalui PT Kinarya Teknik Utama mencakup penyediaan hosting dan domain, pengelolaan sistem, pemeliharaan, monitoring, perbaikan teknis, pengamanan dan backup data hingga technical support. Tahap implementasi dan evaluasi akan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan platform secara berkelanjutan.
Dengan kerja sama tersebut, APPEKNAS menegaskan arah transformasinya menuju organisasi dan ekosistem konstruksi yang lebih profesional, adaptif serta berbasis teknologi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Construction Blueprint 2031.






