MimbarJurnalis.com, NEW DELHI – Kejutan besar terjadi pada hari pertama Kejuaraan Dunia 2026. Tunggal putra India, Ayush Shetty, secara mengejutkan berhasil menumbangkan pemain nomor satu dunia sekaligus unggulan pertama, Shi Yu Qi dari China.
Ayush Shetty mengalahkan Shi Yu Qi dalam pertandingan babak 64 besar yang berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Bermain di hadapan publik sendiri, Shetty menang dramatis melalui rubber game dengan skor 21-14, 13-21, 21-19.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Shi Yu Qi datang dengan status sebagai juara bertahan Kejuaraan Dunia sekaligus juara Asia 2026.
Shetty tampil percaya diri sejak gim pertama. Pemain berusia 21 tahun itu mampu mengendalikan tempo permainan dan membuat Shi kesulitan mengembangkan permainannya.
Shetty akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-14. Namun, Shi Yu Qi bangkit pada gim kedua dan memanfaatkan sejumlah kesalahan lawannya untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Shetty kembali menunjukkan mental kuat. Ia bahkan sempat meninggalkan Shi dengan keunggulan jauh 15-5.
Meski demikian, Shi tidak menyerah. Sang juara bertahan perlahan mengejar hingga mengubah skor menjadi 19-20. Dalam situasi menegangkan tersebut, Shetty mampu menjaga ketenangan dan akhirnya mengunci kemenangan 21-19.
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian atas tekad Shetty sebelum Kejuaraan Dunia 2026 dimulai. Ia memang berjanji tampil habis-habisan sejak babak pertama setelah mengetahui dirinya akan menghadapi Shi Yu Qi.
Terlebih, Shetty memiliki motivasi tambahan setelah sebelumnya kalah telak dari Shi pada final Kejuaraan Asia 2026.
Kini, Shetty kembali mendapat pendampingan dari pelatih asal Indonesia, Irwansyah. Keduanya disebut berhasil menerapkan strategi yang tepat untuk meredam permainan Shi Yu Qi.
“Saya berusaha menenangkan diri saya sendiri,” ungkap Ayush Shetty setelah pertandingan, seperti dilansir Bolasport dari Times of India.
“Saya agak gugup karena dia benar-benar mengejar dan momentum ada di pihaknya. Setiap kali saya melakukan sesuatu, dia selalu berhasil mengembalikannya.”
“Jadi saya hanya berusaha menenangkan diri dan bersikap agresif,” jelas Shetty.
Kepada BWF, Shetty juga mengungkapkan bahwa kemenangan tersebut tidak lepas dari analisis yang dilakukan bersama Irwansyah.
“Kami berpaku pada rencana permainan dengan baik.”
“Saya dan pelatih menganalisisnya secara taktis. Sangat senang dengan cara saya bermain hari ini kecuali pada akhir gim ketiga. Ini adalah pertandingan yang hebat,” kata Shetty.
Sementara itu, Shi Yu Qi menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Ia menilai persaingan antarpemain top dunia memang sangat ketat.
“Kami telah memasang target tertinggi yang bisa diraih, memenangkan dan mempertahankan gelar,” kata Shi Yu Qi.
“Saya pikir level di antara pemain sebenarnya cukup mirip.”
“Kami semua pernah saling berhadapan di World Tour dan ada kemenangan dan kekalahan dari kedua sisi. Jadi itu sepenuhnya normal,” ujarnya.
Setelah menyingkirkan unggulan pertama, Shetty kini berpeluang berjumpa dengan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026.
Namun, sebelum itu, Shetty dan Alwi harus terlebih dahulu melewati lawan masing-masing pada babak kedua yang dijadwalkan berlangsung Rabu (19/8/2026).
-Arif Adha Saputra






