Mendikdasmen Abdul Mu’ti Serahkan Arsip UNESCO ke ANRI, Ternyata Punya Makna Besar bagi Sejarah Indonesia

MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sekaligus menyerahkan sejumlah arsip Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pembelajaran, kebudayaan, serta sejarah bangsa.

Abdul Mu’ti mengatakan arsip memiliki peran penting dalam menghadirkan kembali berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa.

“Inilah yang menurut saya menjadi bagian dari bagaimana arsip itu menjadi dokumen hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi dokumen hidup yang membuat bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berjaya dengan dokumennya itu,” ujar Mu’ti.

Menurutnya, dokumen masa lalu dapat menjadi modal sejarah sekaligus modal intelektual bagi bangsa untuk memahami perjalanan yang telah dilalui dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.

“Menghadirkan kembali dokumen dalam bentuk yang relatif otentik itu menjadi sesuatu yang punya makna dalam konteks kita belajar,” tuturnya.

Salah satu arsip yang diserahkan kepada ANRI adalah naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO. Mu’ti menyebut dokumen tersebut menjadi bagian dari arsip nasional sekaligus sejarah perjalanan Indonesia, termasuk perkembangan bahasa Indonesia di tingkat dunia.

“Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa yang menjadi tonggak penting tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia. Karena dengan menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO, Indonesia berkontribusi besar dalam membangun khazanah kesusastraan dan peradaban dunia,” ujarnya.

Arsip Didorong Jadi Sumber Pengetahuan

Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan sinergi dengan Kemendikdasmen tidak hanya berkaitan dengan tata kelola kearsipan, mulai dari penyelamatan, pelestarian hingga perlindungan arsip.

Menurutnya, arsip juga harus dimanfaatkan secara lebih luas agar dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.

Mego turut mengapresiasi pengelolaan kearsipan yang telah dilakukan Kemendikdasmen. Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14 dengan kategori sangat memuaskan.

Sementara itu, tingkat digitalisasi arsip Kemendikdasmen mencapai 98,09 dan juga masuk kategori sangat memuaskan.

“Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen,” ujar Mego.

Mego menegaskan arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI tidak seharusnya hanya menjadi bukti pertanggungjawaban administratif.

“Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah, tentu yang sangat kaya,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen kepada ANRI, forum diskusi, serta penandatanganan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan arsip statis dalam pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *