MimbarJurnalis.com, BATAM – Krisis air bersih di Kota Batam belum juga berakhir. Memasuki hari ketiga, Sabtu (29/8/2026), warga di sedikitnya 18 wilayah masih mengeluhkan air yang tidak mengalir ke rumah mereka.
Ironisnya, di tengah penderitaan warga yang sudah tiga hari tidak mendapatkan air, kepastian kapan distribusi air kembali normal dari PT Air Batam Hilir (ABH) juga belum jelas.
Dalam pengumuman terbaru melalui akun Instagram resminya pada Sabtu pagi, Air Batam Hilir hanya menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan pipa bocor di depan Kawasan Batamindo telah memasuki tahap akhir.
Namun, pengumuman tersebut belum memberikan jawaban yang paling ditunggu masyarakat, yakni kapan air akan kembali mengalir ke rumah warga.
“Kami tetap berupaya optimal agar pekerjaan dapat segera diselesaikan dan aliran air dapat kembali normal. Permohonan maaf kami sampaikan atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis Air Batam Hilir dalam pengumumannya.
Kondisi tersebut membuat keresahan warga semakin meningkat. Sebab, bagi sebagian masyarakat di wilayah terdampak, air sudah tidak mengalir setetes pun selama tiga hari terakhir.
Wilayah yang dilaporkan mengalami gangguan distribusi air di antaranya Batam Centre, Sukajadi, Batu Aji, Anggrek Mas, Orchid, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina dan sejumlah kawasan sekitarnya.
Warga Batam Mulai Berburu Air
Tidak adanya pasokan air bersih membuat warga harus mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ada yang terpaksa membeli air galon dan air isi ulang untuk kebutuhan minum, memasak hingga mandi. Sebagian warga lainnya bahkan mencari sumber air yang tersedia di sekitar kawasan perumahan.
Situasi semakin memprihatinkan karena ada warga yang dilaporkan mendatangi bekas kolam genangan demi mendapatkan air.
Meski kondisi kebersihan dan kelayakan air tersebut tidak dapat dijamin, warga terpaksa melakukannya karena kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari tidak bisa ditunda.
Keluhan masyarakat pun semakin ramai bermunculan, terutama di media sosial. Banyak warga mempertanyakan lambatnya pemulihan distribusi air serta tidak adanya kepastian waktu kapan layanan benar-benar kembali normal.
Kebocoran Susulan Saat Air Akan Dialirkan
Sebelumnya, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir mengungkapkan telah bergerak menangani kebocoran susulan pada jaringan distribusi air minum di Jalan Utama, tepatnya di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, Jumat (28/8/2026).
Kebocoran susulan tersebut diketahui tim teknis sekitar pukul 13.00 WIB, di titik yang sebelumnya sedang dilakukan penanganan.
Masalah baru itu ditemukan ketika proses pengaliran air dilakukan secara bertahap menuju jaringan pelanggan.
Setelah kebocoran ditemukan, BU SPAM BP Batam bersama PT Air Batam Hilir langsung melakukan pengamanan lokasi dan penanganan teknis.
Tim gabungan kemudian menyiapkan material, peralatan hingga dukungan alat berat untuk mempercepat proses perbaikan.
Namun, demi mendukung pekerjaan tersebut dan memastikan keselamatan selama proses perbaikan, suplai air minum ke sejumlah wilayah kembali dihentikan sementara.
Wilayah yang berpotensi terdampak gangguan sebelumnya meliputi Batam Center, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid Park, Rosedale, Dutamas, Eden Park, Industri Batam Center, Citra Batam, Marchelia, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Sagulung Baru, Tembesi, Barelang, Sei Lekop, Fanindo, Marina dan wilayah sekitarnya.
BP Batam Minta Maaf
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang kembali terdampak gangguan distribusi air akibat kebocoran susulan tersebut.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga penanganan kebocoran menjadi perhatian serius.
“Kami memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang kembali dirasakan masyarakat. Saat ini tim di lapangan bergerak cepat untuk menangani kebocoran dan memulihkan pelayanan,” ujar Denny.
Ia mengatakan proses perbaikan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja, kondisi jaringan dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami tidak ingin pekerjaan dilakukan terburu-buru tetapi justru menimbulkan persoalan baru. Yang kami dorong adalah penanganan yang cepat, tepat, dan memastikan jaringan dapat kembali berfungsi dengan baik,” katanya.
Denny juga menegaskan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi BP Batam dan PT Air Batam Hilir.
Evaluasi akan dilakukan terhadap kesiapan teknis, pengawasan pekerjaan hingga langkah mitigasi untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.
“Setiap kejadian menjadi catatan penting bagi kami untuk memperbaiki pelayanan. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar penanganan ke depan semakin baik dan gangguan serupa dapat diminimalkan,” tegasnya.
Sementara itu, warga terdampak kini masih menunggu kepastian. Meski perbaikan disebut telah memasuki tahap akhir, belum adanya informasi mengenai jadwal pasti pemulihan membuat masyarakat bertanya-tanya kapan krisis air yang telah berlangsung tiga hari ini benar-benar berakhir.
BP Batam dan PT Air Batam Hilir mengimbau masyarakat untuk menggunakan persediaan air secara bijak selama proses perbaikan berlangsung.
Deni






