Gempa Ende Bikin Dokumen Warga Hilang, Dukcapil Turun Langsung Beri Layanan Jemput Bola

MimbarJurnalis.com, ENDE – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turun langsung memberikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada warga Kabupaten Ende yang terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Layanan jemput bola tersebut berlangsung di Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Selasa (25/8/2026). Warga memanfaatkan layanan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan, termasuk dokumen yang rusak maupun hilang akibat gempa.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Erliani Budi Lestari, Plt. Kepala Dinas Dukcapil NTT Iwan M. Pellokila, serta Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ende Yoseph Apolonaris Dosi Woda.

Kehadiran pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.

Tim Ditjen Dukcapil bersama jajaran Dukcapil daerah terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan layanan tersebut, warga terdampak tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengurus kembali dokumen kependudukan mereka.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan pelayanan administrasi kependudukan harus tetap diberikan kepada masyarakat meski berada dalam situasi bencana.

“Dukcapil harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan dokumen kependudukan yang menjadi hak mereka,” ujar Teguh.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengapresiasi kehadiran tim Ditjen Dukcapil dalam membantu masyarakat terdampak gempa.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Kehadiran Pak Dirjen Dukcapil bersama tim menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Ende tidak dibiarkan sendiri menghadapi dampak bencana ini,” kata Yosef.

Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari menekankan pentingnya percepatan pelayanan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat gempa.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang kehilangan dokumen akibat gempa dapat segera memiliki kembali dokumen kependudukannya. Ini adalah hak dasar yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ende Yoseph Apolonaris Dosi Woda mengatakan layanan jemput bola sangat membantu masyarakat, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Banyak warga yang rumahnya rusak dan dokumennya hilang. Dengan layanan langsung di desa, mereka bisa segera mendapatkan dokumen baru tanpa harus menunggu lama,” pungkas Yoseph.

Layanan di Kelurahan Ndorurea menjadi bagian dari rangkaian pelayanan administrasi kependudukan di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT. Sebelumnya, Dirjen Dukcapil juga memberikan layanan jemput bola di Kabupaten Nagekeo.

Melalui pelayanan dari titik ke titik, Ditjen Dukcapil bersama pemerintah daerah berupaya mempercepat pemulihan dokumen kependudukan masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *