Karhutla 702 Hektare di Pelalawan Riau Belum Padam, Excavator Dikerahkan Kejar Kepala Api

MimbarJurnalis.com, PELALAWAN – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Pelalawan, Riau, masih menjadi perhatian serius. Memasuki hari keempat operasi pemadaman, tim gabungan terus berjibaku mengendalikan api yang telah melahap sekitar 702 hektare lahan gambut di Kelurahan Kerumutan.

Kondisi medan yang sulit membuat operasi pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Tim kini memusatkan perhatian pada kepala api di sisi selatan kawasan kebakaran, sekaligus membuka akses baru menggunakan alat berat excavator.

Selain membuka jalur menuju titik api, petugas juga melakukan pencucian kanal untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran di kawasan gambut.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan akses menuju kepala api di bagian selatan masih menjadi salah satu fokus utama dalam operasi penanganan karhutla.

“Penyekatan kepala api dilakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan menggunakan excavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” ujar Ilham dalam laporan penanganan fire spot Manggala Agni Daops Rengat, seperti dikutip dari mediacenter pemprov riau, Rabu (26/8/2026).

Api Lahap 702 Hektare Lahan Gambut

Berdasarkan laporan lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai 702 hektare.

Kawasan yang dilanda kebakaran merupakan lahan gambut dengan status hutan produksi. Karakteristik gambut yang dalam menjadi salah satu tantangan besar dalam proses pemadaman.

Api di kawasan gambut berpotensi sulit ditangani karena panas dapat bertahan di lapisan bawah permukaan. Karena itu, tim tidak hanya berupaya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga melakukan langkah pengendalian agar kebakaran tidak kembali muncul atau menjalar ke area lain.

Excavator Dikerahkan, Kanal Dibersihkan untuk Hadang Api

Untuk mempercepat operasi, tim gabungan mengerahkan alat berat excavator untuk membuka akses menuju bagian selatan lokasi kebakaran.

Akses tersebut dibutuhkan agar personel dan peralatan pemadaman dapat menjangkau area kepala api.

Selain itu, pencucian kanal juga dilakukan sebagai bagian dari strategi mendukung pengendalian api di kawasan tersebut.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Pelalawan, Damkar Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api, hingga regu pemadam kebakaran dari perusahaan.

Angin Kencang dan Panas Ekstrem Jadi Tantangan

Meski operasi menunjukkan perkembangan positif, petugas masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Akses menuju kepala api di sisi selatan belum seluruhnya terbuka. Di sisi lain, angin yang cukup kencang dan cuaca panas ekstrem membuat proses pengendalian kebakaran semakin menantang.

Ketersediaan bahan bakar alami yang masih berpotensi terbakar serta karakteristik gambut yang dalam juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Namun, tim mencatat perkembangan positif. Penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar area kebakaran berkurang.

“Strategi pemadaman berjalan sesuai rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan baik. Kondisi lokasi kebakaran lebih terkendali,” kata Ilham.

Water Bombing dan Alat Berat Terus Dikerahkan

Penanganan karhutla di Kelurahan Kerumutan akan terus dilanjutkan hingga api benar-benar dapat dikendalikan.

Dukungan operasi diperkuat melalui penggunaan water bombing, alat berat, serta pemeriksaan kesehatan bagi personel yang bekerja di tengah panas dan asap.

Kebakaran seluas 702 hektare ini menjadi peringatan serius di tengah meningkatnya ancaman karhutla di sejumlah wilayah Riau.

Dengan medan gambut yang sulit, angin kencang, serta suhu panas ekstrem, perjuangan tim gabungan belum berakhir. Fokus utama kini adalah memastikan kepala api benar-benar terputus agar kebakaran tidak kembali menjalar dan memperluas area yang telah terbakar.

Excavator kini membuka jalan menuju kepala api, kanal dibersihkan, dan water bombing terus dilakukan. Pertarungan melawan karhutla 702 hektare di Pelalawan masih berlanjut.

Rom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *