MimbarJurnalis.com, BATAM – Krisis air bersih di Kota Batam kembali dikeluhkan warga. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami gangguan suplai air sejak Rabu malam hingga Kamis siang (27/8/2026), sementara Air Batam Hilir (ABH) kembali mengumumkan pekerjaan perbaikan yang berpotensi membuat distribusi air terganggu di sejumlah kawasan.
Gangguan air tersebut dirasakan di berbagai wilayah, mulai dari Batam Centre, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchide, Rosedale, Dutamas, Industri Batam Centre, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo hingga Marina.
Kondisi ini membuat sebagian warga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pipa Bocor di Muka Kuning Jadi Penyebab
Air Batam Hilir sebelumnya menyampaikan bahwa gangguan distribusi air terjadi akibat pekerjaan relokasi dan perbaikan kebocoran pipa di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning.
Namun, ketika persoalan gangguan suplai air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya berakhir, muncul kembali pemberitahuan mengenai pekerjaan jaringan air di lokasi lainnya.
Kondisi tersebut membuat pelanggan diminta kembali bersiap menghadapi kemungkinan air mengalir kecil atau bahkan berhenti sementara.
Kamis Siang, Temiang Kembali Terdampak
Air Batam Hilir menginformasikan adanya pekerjaan terencana berupa relokasi pipa DCIP 200 milimeter di Bukit Senimba, Temiang.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada:
Kamis, 27 Agustus 2026
Pukul 13.00–15.30 WIB
Selama pekerjaan berlangsung, distribusi air minum diperkirakan mengalami gangguan berupa tekanan air mengecil hingga air terhenti sementara.
Wilayah yang masuk dalam area terdampak meliputi:
* Pertamanan OB
* Kavling Temiang Plus
* Rumah Potong Hewan
* Wilayah sekitarnya
Pelanggan di kawasan tersebut diminta mengantisipasi gangguan dengan menampung air sebelum pekerjaan dilakukan.
Malam Hari, Gangguan Bergeser ke Nagoya dan Lubuk Baja
Belum selesai dengan pekerjaan di Temiang, Air Batam Hilir juga menjadwalkan pekerjaan penyambungan pipa dan pemasangan control valve di jalur Nagoya, Lubuk Baja.
Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung pada:
Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB hingga Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 03.00 WIB.
Selama pekerjaan berlangsung, pelanggan di sejumlah kawasan diperkirakan mengalami gangguan suplai air, mulai dari aliran mengecil hingga air berhenti sementara.
Area terdampak meliputi:
* Baloi
* Penuin
* Windsor
* Pasar Angkasa
* Tanjung Uma
* Nagoya
* Jodoh
* Wilayah sekitarnya
Dengan adanya dua pekerjaan tersebut, pelanggan di sejumlah kawasan Batam diminta mempersiapkan persediaan air untuk mengantisipasi gangguan selama proses pekerjaan jaringan.
Air Batam Hilir Siagakan Mobil Tangki
Air Batam Hilir mengimbau pelanggan untuk menampung air sebelum pekerjaan dimulai, sehingga kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi selama suplai terganggu.
ABH juga menyatakan menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga 1×24 jam.
Permintaan mobil tangki dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW atau kelurahan setempat untuk kemudian disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.
Pelanggan dapat menghubungi:
Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) di Bengkong, Batu Aji dan HO Batam Center.
Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui Call Center Air Batam Hilir di (0778) 5700 000, WhatsApp 0811 778 0155, maupun aplikasi mobile Air Batam Hilir.
Warga Diminta Bersiap, Gangguan Bisa Berulang
Rangkaian gangguan distribusi air ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah keluhan warga mengenai air yang sebelumnya sudah tidak mengalir di sejumlah kawasan.
Pekerjaan relokasi, perbaikan kebocoran, penyambungan pipa dan pemasangan control valve dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan jaringan. Namun, selama pekerjaan berlangsung, pelanggan harus menghadapi risiko aliran air mengecil atau terhenti sementara.
Bagi warga Batam yang berada di wilayah terdampak, langkah paling aman adalah segera menampung air sebelum jadwal pekerjaan dimulai. Terlebih, gangguan dapat terjadi kembali pada malam hari ketika pekerjaan di jalur Nagoya-Lubuk Baja berlangsung hingga dini hari.
Deni






