MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menyebut ada sejumlah pihak yang berupaya mengadu domba Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie dalam siniar Gaspol Kompas.com yang dikutip pada Kamis, “27 Agustus 2026”, di tengah munculnya anggapan bahwa Jokowi ingin mengakhiri kerja sama politiknya dengan Prabowo.
“Gini loh, pihak-pihak yang ingin mengadu domba Pak Jokowi dan Pak Prabowo ini kan banyak sekali,” kata Budi Arie.
Anggapan mengenai keretakan hubungan Jokowi dan Prabowo muncul setelah video pernyataan Budi Arie yang menyinggung kemungkinan pemilu dipercepat sebelum 2029 beredar luas di media sosial.
Namun, Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadinya dan tidak mewakili sikap maupun pemikiran Jokowi.
“Jangan di-framing-framing Pak Jokowi mau ini, seperti ini,” ujar Budi Arie.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Jokowi justru memberikan respons yang menenangkan kepada para relawan yang menyampaikan berbagai masukan.
Menurut Budi Arie, Jokowi menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih terkendali. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi berada di atas 5 persen, sedangkan inflasi sekitar 3,2 persen.
“Masih semuanya on the track,” kata Budi Arie menirukan pernyataan Jokowi.
Budi Arie Tegaskan Pernyataan Soal Pemilu Bersifat Pribadi
Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan pemilu dipercepat tidak berkaitan dengan sikap Projo.
Ia menyebut Projo masih memiliki keterkaitan dengan Jokowi sehingga pernyataan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadinya.
“Ya kalau Projo masih terkait dengan Pak Jokowi dong. Biar itu pernyataan pribadi, itu saya tanggung jawab pribadi,” kata dia.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan analisisnya terkait percepatan pemilu tidak terbukti, Budi Arie menyerahkan hal tersebut kepada waktu.
“Nah, soal insting itu peleset atau enggak, ya sudahlah. Biarlah waktu menemukan takdirnya sendiri. Namanya juga analisis, ya kan? Ya biarlah sejarah menemukan takdirnya sendiri,” ujarnya.
Video Pernyataan Pemilu Dipercepat Viral
Sebelumnya, video Budi Arie yang menyinggung potensi penyelenggaraan pemilu sebelum 2029 viral di media sosial.
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik tersebut, Budi Arie terlihat menyampaikan gagasannya kepada para sukarelawan. Jokowi tampak duduk di sampingnya dan ikut terekam dalam video.
“Saya ingin sampaikan, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 2029, tetapi kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap tidak?” ujar Budi Arie dalam video tersebut.
Budi Arie menyebut kemungkinan percepatan pemilu dapat terjadi. Menurutnya, pandangan tersebut muncul setelah dirinya melihat keresahan masyarakat terhadap kondisi perekonomian terkini.
Ia menilai sebagian masyarakat mulai merasa tidak puas dengan situasi yang ada. Karena itu, Budi Arie mengajak sesama sukarelawan untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan apabila terjadi gejolak politik.
Meski demikian, hingga kini pernyataan tersebut ditegaskan sebagai analisis dan pandangan pribadi Budi Arie, bukan keputusan atau sikap resmi Jokowi maupun Projo.
-Arif Adha Saputra






