MimbarJurnalis.com, MAKASSAR – Sebanyak 29 pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ambil bagian sebagai kafilah KORPRI Kemendikdasmen dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional yang digelar di Provinsi Sulawesi Selatan pada 23–30 Agustus 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya KORPRI Kemendikdasmen memberikan ruang bagi pegawai untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan anggota KORPRI dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”. Kegiatan tersebut diikuti 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga.
Dewan Pengurus KORPRI Kemendikdasmen turut memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada para kafilah agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut kehadiran para kafilah sekaligus menegaskan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah.
“Selamat datang di Sulawesi Selatan. Terima kasih banyak telah berkenan hadir, kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta sekaligus memperkenalkan keramahan daerah kepada para kafilah,” ujar Andi Sudirman di Makassar, “24 Agustus 2026”.
MTQ KORPRI Bukan Sekadar Kompetisi
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan MTQ KORPRI tidak hanya berorientasi pada kompetisi keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan ASN.
“MTQ KORPRI tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kolaborasi, serta sebagai wadah untuk memperkuat nilai-nilai kejujuran, amanah, dan kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN, terutama menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menilai tingginya antusiasme terhadap MTQ menunjukkan kuatnya posisi Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“MTQ tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” kata Nasaruddin.
Kemendikdasmen Dorong ASN Profesional dan Berakhlak
Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kemendikdasmen, Abdullah Faqih, menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalitas dan kedalaman spiritual bagi ASN.
Menurut Abdullah, MTQ KORPRI bukan hanya mengenai kompetisi dan pencapaian prestasi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat tercermin dalam perilaku ASN saat menjalankan tugas.
“MTQ KORPRI bukan hanya tentang kompetisi dan meraih prestasi, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an semakin hidup dalam diri ASN dan tercermin dalam sikap serta perilaku kerja sehari-hari,” ujar Abdullah.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan Core Values ASN BerAKHLAK dan budaya kerja RAMAH SANTUN di Kemendikdasmen.
Nilai tersebut, lanjut Abdullah, menempatkan pelayanan, akuntabilitas, keharmonisan, amanah, keteladanan, dan sikap ngemong sebagai bagian penting dalam pengabdian ASN.
Keikutsertaan 29 pegawai Kemendikdasmen dalam MTQ VIII KORPRI diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat karakter ASN agar semakin profesional dalam bekerja, berakhlak mulia dalam bersikap, serta memiliki integritas dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.






