Krisis Air Batam Makin Parah! Waduk Nongsa Menyusut Hampir 5 Meter, Distribusi Air Dipangkas Drastis

MimbarJurnalis.com, BATAM – Krisis air bersih di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), semakin mengkhawatirkan. Kali ini, warga Nongsa, Batu Besar, dan wilayah sekitarnya harus bersiap menghadapi pengurangan jam aliran serta tekanan air akibat menyusutnya sumber air baku di Waduk Nongsa.

PT Air Batam Hilir (ABH) mengumumkan penyesuaian distribusi air melalui akun Instagram resminya, @airbatamhilir, Kamis (15/10/2026). Kebijakan tersebut dilakukan karena debit air yang dialirkan dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa harus dikurangi untuk menjaga keberlangsungan pasokan air bersih.

Dalam pengumuman tersebut, kapasitas distribusi air ke pelanggan di wilayah Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya diturunkan menjadi hanya 10 liter per detik.

Angka ini jauh di bawah kapasitas distribusi normal IPAM Nongsa yang disebut dapat mencapai 90 liter per detik. Artinya, distribusi air yang tersedia saat ini hanya sekitar sepersembilan dari kapasitas normal tersebut.

Waduk Nongsa Menyusut, Elevasi Air Turun Hampir 5 Meter

Penyusutan Waduk Nongsa menjadi salah satu penyebab utama pengurangan distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan, waduk yang dalam kondisi normal memiliki elevasi sekitar 10 meter kini mengalami penurunan hampir 5 meter atau tersisa sekitar separuh dari elevasi normalnya.

Kondisi ini berdampak terhadap ketersediaan air baku yang dibutuhkan untuk operasional IPAM Nongsa. Ketika pasokan air baku menurun, kapasitas pengolahan dan distribusi kepada pelanggan juga harus disesuaikan.

PT ABH menyebut penyesuaian operasional dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap fenomena El Nino dan minimnya curah hujan di wilayah Nongsa.

Perusahaan bersama Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam melakukan pengaturan sementara terhadap jam aliran dan tekanan air agar ketersediaan air minum tetap dapat dijaga.

Jam Aliran Air ke Nongsa dan Batu Besar Berubah

Pengurangan distribusi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pelanggan yang berada di jalur suplai IPAM Nongsa.

Dalam pengumumannya, PT ABH menyatakan pelanggan di Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya akan mengalami penyesuaian jam layanan sebagai dampak pengaturan distribusi air.

Namun, pengumuman tersebut tidak merinci secara spesifik berapa jam aliran air akan tersedia setiap harinya maupun jadwal distribusi untuk masing-masing kawasan.

Karena itu, pelanggan di wilayah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan aliran air yang lebih terbatas, terutama untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi.

Kondisi ini juga menjadi perhatian bagi pelaku usaha, rumah makan, serta sektor jasa yang membutuhkan pasokan air bersih secara rutin.

Air Batam Hilir Minta Warga Hemat Air

Menghadapi keterbatasan pasokan, PT ABH mengimbau masyarakat di Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Warga diminta menampung air ketika aliran kembali tersedia agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama jam distribusi terbatas.

Masyarakat juga diminta menggunakan air untuk kebutuhan prioritas, memastikan tidak ada kebocoran pada instalasi rumah, serta menghindari pemakaian air secara berlebihan.

Langkah penghematan tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi penyesuaian pasokan selama kondisi sumber air baku belum kembali normal.

Krisis Air Bersih Batam Perlu Diantisipasi

Pengurangan distribusi dari IPAM Nongsa menambah tantangan penyediaan air bersih di Batam, khususnya di tengah minimnya curah hujan dan menyusutnya sumber air baku.

Kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan elevasi menunjukkan pentingnya pengelolaan cadangan air baku untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, warga di kawasan terdampak perlu mempersiapkan kebutuhan air harian dan mengikuti informasi resmi dari PT Air Batam Hilir maupun BP Batam mengenai perkembangan distribusi.

Masyarakat juga masih membutuhkan informasi lebih terperinci mengenai jadwal aliran air, durasi penyesuaian layanan, serta langkah yang akan dilakukan untuk memulihkan pasokan apabila kondisi waduk belum membaik.

Dengan distribusi yang saat ini disesuaikan menjadi 10 liter per detik, warga Nongsa dan Batu Besar diimbau tidak menunda persiapan kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Ris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *