Dunia Kembali Tegang! Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Tembus US$91

MimbarJurnalis.com, AS – Ketegangan global kembali meningkat. Konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran dunia terhadap terganggunya pasokan energi, hingga membuat harga minyak dunia kembali melonjak pada Selasa, 1 September 2026.

Harga minyak Brent dilaporkan naik menjadi sekitar US$91 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga mengalami kenaikan.

Lonjakan harga tersebut terjadi setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Situasi di kawasan Timur Tengah pun menjadi perhatian pasar internasional karena wilayah tersebut memiliki peran penting dalam pasokan minyak dunia.

Jalur Minyak Dunia Jadi Sorotan

Kekhawatiran terbesar muncul terhadap kemungkinan terganggunya jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz menjadi salah satu wilayah yang paling diperhatikan karena merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak internasional dan mendorong harga energi semakin tinggi. Reuters melaporkan bahwa ketegangan terbaru telah kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari kawasan tersebut.

Pasar Global Ikut Bergejolak

Dampak konflik tidak hanya terasa pada harga minyak.

Pasar keuangan global juga berada di bawah tekanan. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi, sementara imbal hasil obligasi di sejumlah negara mengalami kenaikan.

Pada perdagangan Selasa, pasar global menghadapi kombinasi tekanan dari ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga sejumlah bank sentral dunia.

Dunia Kini Menunggu Perkembangan Selanjutnya

Situasi ini membuat perhatian dunia kembali tertuju ke Timur Tengah.

Jika ketegangan terus meningkat dan pasokan energi terganggu lebih jauh, dampaknya berpotensi terasa hingga ke berbagai negara melalui kenaikan harga minyak dan tekanan terhadap perekonomian global.

Untuk saat ini, pasar internasional masih terus memantau perkembangan konflik dan langkah diplomatik yang mungkin dilakukan untuk meredakan ketegangan.

Konflik yang kembali memanas ini menjadi salah satu isu internasional paling disorot hari ini, karena dampaknya berpotensi menjalar dari Timur Tengah hingga ke pasar energi dan ekonomi dunia.

Riky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *