Revitalisasi Sekolah 2026 Bertambah 6.000, Total Sasaran Capai 71.744 Sekolah

MimbarJurnalis.com, DENPASAR — Program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 kembali mengalami perluasan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut sasaran revitalisasi sekolah tahun ini bertambah sekitar 6.000 satuan pendidikan dari target sebelumnya.

Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi SD Negeri 15 Dangin Puri, Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, penambahan tersebut masih dapat berubah karena pemerintah masih melakukan perhitungan terhadap efisiensi penggunaan anggaran dalam pelaksanaan program.

“Untuk tahun 2026 ini kami rencanakan 71.744 satuan pendidikan, dan dari perhitungan kami, karena sistemnya swakelola, kemungkinan ada penambahan dari efisiensi penggunaan anggaran,” kata Abdul Mu’ti.

Dengan adanya tambahan sekitar 6.000 sekolah tersebut, angka sasaran revitalisasi yang sebelumnya mencapai 71.744 satuan pendidikan masih berpotensi bertambah. Pelaksanaan tambahan program tersebut akan menyesuaikan dengan ketersediaan dan pencairan anggaran.

Kemendikdasmen sebelumnya menetapkan revitalisasi sebagai salah satu program untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Pada 2026, program tersebut mencakup sekolah negeri maupun swasta di berbagai wilayah Indonesia.

Prioritas revitalisasi diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan berat, sekolah yang terdampak bencana, serta satuan pendidikan yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah juga menyiapkan jalur afirmasi bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat kondisi darurat.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan. Mekanisme tersebut dinilai dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan masing-masing.

Selain memperbaiki fasilitas belajar, program revitalisasi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pemerintah memperkirakan pelaksanaan pembangunan dapat melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pengerjaan sekolah.

Pada 2025, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Sementara untuk 2026, pemerintah memperluas sasaran hingga 71.744 satuan pendidikan, dengan jumlah tersebut kini masih berpotensi bertambah sekitar 6.000 sekolah.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di berbagai daerah.

Riky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *