AQI Batam Tembus 169, Sekolah PAUD hingga SMP Diminta Belajar dari Rumah

BATAM – Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Batam membuat kegiatan belajar mengajar di tingkat PAUD, SD, dan SMP dialihkan sementara ke rumah. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara Batam masuk kategori tidak sehat.

Dinas Pendidikan Kota Batam mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Batam.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam.

AQI Batam Masuk Kategori Tidak Sehat

Keputusan menerapkan BDR dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Batam. Data indeks kualitas udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan angka yang telah masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan aplikasi kualitas udara pada pukul 15.31 WIB, AQI Batam tercatat mencapai 169 AQI (US).

Polusi udara tersebut didominasi partikel halus PM2.5 sebesar 91 µg/m³ dan PM10 mencapai 95 µg/m³.

Kondisi atmosfer saat itu juga dilaporkan mengalami smoky haze atau kabut asap. Suhu udara berada di sekitar 31 derajat Celsius, dengan kelembapan 61 persen dan kecepatan angin mencapai 15,1 kilometer per jam.

Siswa PAUD, SD dan SMP Belajar dari Rumah

Dengan mempertimbangkan kondisi udara yang tidak sehat, Dinas Pendidikan Kota Batam mengambil langkah pencegahan dengan menerapkan kegiatan Belajar dari Rumah bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan langsung siswa terhadap polusi udara, terutama partikel PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Sekolah diharapkan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan dalam surat edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan Kota Batam.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, masyarakat Batam juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak polusi udara.

Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk. Penggunaan masker pelindung juga dianjurkan ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

Kebijakan belajar dari rumah menjadi langkah sementara untuk mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak sembari kondisi kualitas udara Batam terus dipantau.

Tian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *