MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu (17/10/2026). Perjalanan panjangnya dari dunia militer, bisnis, hingga politik mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Indonesia setelah melalui sejumlah kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres).
Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951 dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki latar belakang kuat di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik.
Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, merupakan ekonom terkemuka Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Sementara itu, ibunya, Dora Marie Sigar, berasal dari keluarga Minahasa, Sulawesi Utara.
Dari Militer hingga Terjun ke Dunia Politik
Sebelum dikenal sebagai politikus, Prabowo mengawali kariernya di lingkungan militer. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1974 dan kemudian bertugas sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Dalam perjalanan kariernya, Prabowo pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Namun, perjalanan karier militernya berakhir pada era transisi setelah tumbangnya pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998. Prabowo kemudian menekuni dunia usaha sebelum semakin aktif dalam politik nasional.
Ia sempat bergabung dengan Partai Golkar sebelum mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008. Hingga kini, Prabowo masih menjabat sebagai Ketua Umum Gerindra.
Empat Kali Mengikuti Pilpres, Akhirnya Menjadi Presiden
Perjalanan Prabowo menuju kursi kepresidenan tidak berlangsung singkat. Ia beberapa kali mengikuti kontestasi Pilpres dengan pasangan yang berbeda.
Pada Pilpres 2009, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Selanjutnya, ia mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa dan Pilpres 2019 bersama Sandiaga Uno.
Dalam ketiga kontestasi tersebut, Prabowo belum berhasil memenangkan pemilihan.
Kesempatan kembali datang pada Pilpres 2024. Kali ini, ia berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pasangan Prabowo-Gibran akhirnya memenangkan Pilpres 2024 dengan perolehan 58,59 persen suara sah. Kemenangan tersebut mengantarkan Prabowo menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Program Pemerintahan Prabowo Jadi Sorotan
Sejak menjabat sebagai presiden, Prabowo menjalankan sejumlah program yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, pembangunan koperasi desa, serta penguatan pertahanan dan keamanan nasional.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan nasional.
Memasuki usia 75 tahun, perjalanan Prabowo menjadi sorotan karena mencakup pengalaman panjang di dunia militer, bisnis, dan politik hingga akhirnya memimpin Indonesia.
Kilasan Ulang Tahun Prabowo di Istana
Pada ulang tahunnya yang ke-74 pada 2025, Prabowo memperingati hari kelahirannya di lingkungan Istana Kepresidenan. Sejumlah pejabat negara turut hadir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Putranya, Didit Hediprasetyo, juga hadir dalam momen tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat itu menyampaikan bahwa Prabowo berterima kasih atas ucapan dan doa yang diberikan masyarakat serta jajaran pemerintahan. Ia juga menyebut Prabowo menyarankan agar masyarakat tidak perlu mengirimkan karangan bunga untuk merayakan ulang tahunnya.
Sementara itu, hingga berita ini disusun pada Sabtu (17/10/2026), belum terdapat informasi mengenai bentuk perayaan ulang tahun Prabowo yang ke-75.
Pada Jumat (16/10/2026) malam, jajaran kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran diketahui berkumpul di Istana Bogor untuk mengikuti rapat tertutup.
Bertambahnya usia Prabowo menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjangnya hingga menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan Indonesia.
Kaka Raditya






