Niu Lai Jadi Film Paling Cuan 2026, Cuma Modal Rp3,5 Juta Kini Raup Puluhan Miliar!

MimbarJurnalis.com, TIONGKOK – Film animasi Niu Lai atau The Arrival of the Ox sukses mencuri perhatian di box office China. Film yang sempat dicap sebagai salah satu film terburuk pada awal perilisannya itu justru berubah menjadi salah satu film paling cuan tahun ini.

Dikutip dari Money Control, Kamis (20/8), Niu Lai dibuat dengan bujet hanya sekitar US$200 atau setara Rp3,5 juta. Namun, film tersebut kini telah menghasilkan pendapatan jauh berlipat dari biaya produksinya.

Berdasarkan data China Film Data Information Network yang diberitakan Global Times, hingga Rabu (19/8), Niu Lai telah mengantongi pendapatan kotor sekitar 26 juta yuan atau Rp68,6 miliar.

Kesuksesan tersebut membuat Niu Lai turut menguasai box office China bersama sejumlah film besar seperti The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day.

Capaian Niu Lai bahkan menarik perhatian karena film tersebut memiliki modal produksi yang sangat kecil jika dibandingkan dengan film-film layar lebar pada umumnya.

Sebagai perbandingan, film horor Obsession yang dibuat dengan bujet sekitar US$750 ribu hingga US$1 juta telah mengumpulkan lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp7,17 triliun.

Sempat Dicibir sebagai Film Terburuk

Niu Lai merupakan film animasi berdurasi 86 menit yang mengisahkan seekor anak sapi yang meninggalkan perlindungan kawanannya setelah mengikuti seekor burung skylark.

Perjalanan tersebut membawanya memasuki dunia mimpi surealis. Di sana, sang anak sapi menghadapi berbagai tema tentang keberanian, kehidupan, hingga kematian.

Film ini mulai tayang di bioskop China pada 5 Agustus 2026 tanpa trailer maupun kampanye promosi besar-besaran.

Alih-alih langsung mendapat sambutan positif, Niu Lai justru sempat dicap sebagai “film terburuk tahun 2026” di media sosial.

Beijing News bahkan mengkritik kualitas animasinya yang dinilai patah-patah serta pengisi suara yang terdengar canggung, sebagaimana diberitakan Channel News Asia pada Selasa (18/8).

Namun, cibiran tersebut justru menjadi promosi tidak langsung bagi Niu Lai. Rasa penasaran membuat semakin banyak penonton ingin menyaksikan film tersebut untuk mengetahui alasan di balik kontroversinya.

Cuplikan-cuplikan film yang kemudian beredar di media sosial turut mendorong popularitas Niu Lai. Dari awal yang terkesan lesu, film tersebut perlahan mendapatkan perhatian dan mendongkrak pendapatannya di box office China.

Hanya Digarap Dua Orang

Hal lain yang membuat Niu Lai menarik perhatian adalah proses produksinya yang sangat sederhana.

Film tersebut dikerjakan oleh dua orang, yakni Xin Yumeng sebagai sutradara dan ibunya, Sun Lifang, sebagai penulis naskah. Sun Lifang juga mengisi seluruh suara karakter dalam film.

Keduanya diketahui tidak memiliki latar belakang profesional di industri perfilman.

Meski demikian, keberhasilan Niu Lai tampaknya membuat Xin Yumeng semakin percaya diri. Ia bahkan telah mulai mempersiapkan sekuel Niu Lai.

Dengan modal produksi hanya sekitar Rp3,5 juta tetapi mampu meraup puluhan miliar rupiah, Niu Lai menjadi salah satu kisah box office paling mengejutkan di China pada 2026.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *