Mau Donor Darah PMI? Cek Syarat, Larangan, dan Persiapan Sebelum Menyumbang

MimbarJurnalis.com, BATAM – Bagi masyarakat yang ingin ikut donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi PMI 2026, ada sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum datang ke lokasi donor.

Donor darah merupakan kegiatan sukarela untuk membantu orang lain yang membutuhkan transfusi. Namun, tidak semua orang dapat langsung mendonorkan darah. Palang Merah Indonesia (PMI) menetapkan ketentuan tertentu untuk menjaga keamanan pendonor dan penerima darah.

Mengutip laman resmi PMI, calon pendonor perlu memenuhi syarat kesehatan, usia, berat badan, tekanan darah, kadar hemoglobin, serta jarak waktu sejak donor terakhir.

6 Syarat Donor Darah PMI yang Wajib Dipenuhi

Berikut persyaratan donor darah PMI yang perlu diketahui:

1. Sehat jasmani dan rohani.
2. Berusia 17 sampai 60 tahun. Pendonor rutin dapat mendonor hingga usia 65 tahun, dengan pertimbangan dokter.
3. Berat badan minimal 45 kilogram.
4. Tekanan darah normal, yaitu sistole 100–180 mmHg dan diastole 70–100 mmHg.
5. Kadar hemoglobin 12,5–17,0 g/dL.
6. Jarak waktu sejak donor darah terakhir minimal 2 bulan.

Jangan Donor Jika Memiliki Kondisi Ini

PMI juga mencantumkan sejumlah kondisi yang menjadi alasan seseorang tidak dianjurkan menyumbangkan darah. Di antaranya:

* Penyakit jantung dan paru.
* Kanker.
* Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
* Diabetes melitus.
* Kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
* Epilepsi dan sering kejang.
* Pernah atau sedang menderita hepatitis B atau C.
* Sifilis.
* Ketergantungan narkoba atau kecanduan minuman beralkohol.
* Mengidap atau berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS.
* Dokter menyarankan tidak donor karena alasan kesehatan.

Kondisi yang Mengharuskan Donor Ditunda

Selain larangan, ada pula kondisi tertentu yang membuat calon pendonor perlu menunggu sebelum kembali mendonorkan darah.

PMI mencantumkan bahwa donor dapat ditunda selama 1 minggu setelah sembuh dari demam atau influenza. Sementara itu, setelah cabut gigi, calon pendonor perlu menunggu 5 hari setelah sembuh.

Bagi yang menjalani operasi kecil, masa tunggunya 6 bulan, sedangkan operasi besar membutuhkan waktu 1 tahun. Setelah transfusi darah, donor juga perlu ditunda selama 1 tahun.

Kondisi lain seperti tato, tindik, tusuk jarum, atau transplantasi juga memiliki masa tunggu 1 tahun. Begitu pula bagi calon pendonor yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita hepatitis.

Untuk ibu yang baru melahirkan, PMI mencantumkan masa tunggu 6 bulan setelah melahirkan. Sementara itu, bagi ibu menyusui, donor dapat dilakukan 3 bulan setelah berhenti menyusui.

Bagi yang pernah menderita malaria, masa tunggunya 3 tahun setelah bebas gejala. Jika berkunjung dari daerah endemis malaria, calon pendonor perlu menunggu 1 tahun.

Calon pendonor yang tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut juga perlu menunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.

Sementara itu, bagi yang pernah menderita tipus, donor dapat dilakukan 6 bulan setelah sembuh. Setelah vaksinasi, masa tunggunya 8 minggu, sedangkan gejala alergi memerlukan waktu 1 minggu setelah sembuh.

Jika terdapat infeksi kulit di area yang akan ditusuk, donor juga perlu ditunda selama 1 minggu setelah sembuh.

Persiapan Sebelum Donor Darah PMI

Agar proses donor berjalan lebih nyaman, PMI memberikan sejumlah panduan persiapan yang perlu diperhatikan.

1. Tidur yang cukup

Usahakan tidur minimal 4 jam sebelum donor. PMI juga menganjurkan tidur yang nyenyak pada malam sebelum mendonor.

2. Jangan datang dengan perut kosong

Makanlah sekitar 3–4 jam sebelum menyumbangkan darah. Sarapan atau makan siang sebelum donor dianjurkan agar tubuh memiliki energi yang cukup.

3. Perbanyak minum

Minumlah lebih banyak dari biasanya pada hari donor, setidaknya tiga gelas sebelum menyumbangkan darah.

4. Beristirahat setelah donor

Setelah selesai, beristirahat minimal 10 menit sambil menikmati makanan donor sebelum kembali beraktivitas.

5. Hindari aktivitas fisik berat

Pendonor dapat kembali bekerja setelah donor, tetapi sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berat.

6. Jangan mengangkat beban berat

Untuk mengurangi risiko bengkak di bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.

7. Banyak minum setelah donor

PMI menganjurkan banyak minum hingga 72 jam setelah donor untuk membantu mengembalikan stamina.

Cara Memastikan Kelayakan Donor

Jika Anda merasa sudah memenuhi semua persyaratan, pemeriksaan tetap dilakukan oleh petugas PMI sebelum donor. Pemeriksaan tersebut meliputi suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan kadar hemoglobin.

Untuk mengetahui informasi lokasi donor dan layanan PMI, masyarakat dapat mengakses portal resmi Ayodonor PMI.

Jadi, sebelum ikut donor darah dalam peringatan PMI 2026, pastikan syarat dasar sudah terpenuhi dan kondisi kesehatan memungkinkan. Donor darah adalah bentuk kepedulian yang berarti, tetapi keamanan pendonor dan penerima tetap menjadi prioritas utama.

Nana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *