Rupiah Melemah ke Rp17.872 per Dolar AS, Investor Masih Wait and See

MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan “12 Agustus 2026”. Rupiah berada di level Rp17.872 per dolar AS, turun 11 poin atau 0,06 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan mata uang Asia pada pagi hari tersebut berlangsung beragam. Yuan China melemah 0,01 persen, sedangkan peso Filipina turun 0,15 persen. Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat 0,01 persen dan dolar Singapura naik 0,08 persen.

Yen Jepang melemah 0,05 persen, sementara won Korea Selatan terdepresiasi 0,28 persen. Dolar Hong Kong tercatat stabil terhadap dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang utama negara maju juga melemah. Euro turun 0,05 persen, poundsterling Inggris 0,03 persen, dolar Australia 0,06 persen, dolar Kanada 0,04 persen, dan franc Swiss 0,10 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak konsolidatif. Investor masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta menunggu sejumlah data ekonomi penting.

“Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam,” ujar Lukman.

Menurutnya, perkembangan terkait proses perdamaian dan kondisi Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar. Investor juga cenderung menahan diri menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

“Investor cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini,” katanya.

Dari dalam negeri, pasar turut menantikan hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dinilai dapat memengaruhi sentimen terhadap aset Indonesia.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp18.850 per dolar AS pada perdagangan “12 Agustus 2026”.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *