Prabowo Bongkar BUMN Merugi tapi Lapor Untung, 750 Perusahaan Bakal Ditutup

MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak produktif. Ia bahkan mengungkap adanya perusahaan pelat merah yang terus mengalami kerugian, tetapi justru melaporkan keuntungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu,” ujar Prabowo, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah BUMN juga menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Pemerintah, kata dia, perlu menghilangkan praktik yang membuat pengelolaan perusahaan pelat merah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Selain kinerja perusahaan, Prabowo menyoroti banyaknya lapisan direksi dan komisaris dalam struktur BUMN. Pemerintah pun mulai melakukan perampingan untuk meningkatkan efisiensi.

Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN. Jumlah tersebut akan terus dikurangi hingga pada akhir tahun hanya tersisa paling banyak 300 BUMN.

“750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” tutur Prabowo, 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, langkah perampingan tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.

Dana hasil penghematan itu tidak lagi digunakan untuk membiayai gaji direksi dan komisaris maupun kegiatan yang dinilai tidak produktif. Pemerintah akan mengalihkannya untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebelumnya, setelah pembentukan Danantara, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN jika dihitung bersama anak, cucu, dan cicit perusahaan.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan awal pemerintah yang hanya berada di kisaran 300-400 BUMN.

-Arif Adha Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *