MimbarJurnalis.com, KANADA – Perjalanan politik Alvin Tedjo berakhir manis setelah politikus keturunan asal Kota Padang, Indonesia ini memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, pada Senin (26/10/2026). Dia berhasil mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam persaingan yang menjadi sorotan politik lokal.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Tedjo sebelumnya pernah kalah dalam pemilihan wali kota pada 2024. Kini, setelah menjabat satu periode sebagai anggota Dewan Kota Mississauga, dia berhasil meraih posisi tertinggi di pemerintahan kota tersebut.
Hasil sementara menunjukkan Tedjo memperoleh 74.479 suara, mengungguli Parrish dengan 51.853 suara dan Crombie dengan 43.191 suara.
Lantas, siapa Alvin Tedjo dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga berhasil memimpin salah satu kota besar di Kanada?
1. Anak Imigran Indonesia yang Tumbuh di Kanada
Alvin Tedjo merupakan putra pasangan yang bermigrasi dari Kota Padang, Indonesia ke Kanada. Dia pindah ke Mississauga saat berusia empat tahun dan tumbuh di kota yang kini akan dipimpinnya.
Ketertarikannya pada kepemimpinan sudah terlihat sejak sekolah. Saat bersekolah di Father Michael Goetz Secondary School, Tedjo pernah menjadi presiden dewan siswa selama dua tahun.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu langkah awal sebelum dia terjun ke dunia pemerintahan dan politik.
2. Lulusan Queen’s University dan Harvard University
Tedjo menempuh pendidikan tinggi di Queen’s University, Ontario, sebelum melanjutkan studi magister di Harvard University, Amerika Serikat.
Kariernya kemudian berkembang di bidang advokasi pendidikan tinggi dan pemerintahan. Dia pernah bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance serta menjadi staf senior bagi sejumlah menteri di Provinsi Ontario.
Setelah itu, Tedjo juga berkarier di Sheridan College dan Toronto Metropolitan University, khususnya dalam bidang urusan publik.
Pengalaman tersebut memberinya bekal dalam memahami kebijakan publik, komunikasi, dan cara kerja pemerintahan.
3. Sempat Kalah Sebelum Menang Pilwali
Jalan Tedjo menuju kursi wali kota tidak selalu mulus.
Pada 2018, dia maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario dalam pemilihan legislatif provinsi, tetapi belum berhasil mendapatkan kursi. Pada 2020, dia kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti pemilihan pemimpin Partai Liberal Ontario dan finis di posisi kelima.
Kesempatan pertamanya memenangkan jabatan publik datang pada 2022. Saat itu, dia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2.
Pada pemilihan sela wali kota 2024, Tedjo kembali maju, tetapi kalah dari Carolyn Parrish. Dia memperoleh sekitar 25 persen suara, sementara Parrish meraih sekitar 31 persen.
Kekalahan tersebut tak membuatnya berhenti. Pada pemilihan 2026, Tedjo kembali bertarung dan berhasil mengalahkan Parrish serta Bonnie Crombie.
4. Kalahkan Petahana dan Mantan Wali Kota
Kemenangan Tedjo menjadi sorotan karena dia menghadapi dua tokoh yang sudah berpengalaman dalam politik Mississauga.
Carolyn Parrish merupakan wali kota petahana, sedangkan Bonnie Crombie pernah memimpin kota tersebut sebelum berkiprah di politik tingkat provinsi.
Menjelang pemungutan suara, persaingan berlangsung ketat. Survei Liaison Strategies pada 22 Oktober bahkan menempatkan Tedjo di posisi kedua dengan dukungan 31 persen.
Namun, hasil pemilihan menunjukkan Tedjo berhasil unggul. Dia mengantongi 74.479 suara atau sekitar 39,2 persen, sementara Parrish memperoleh 27,3 persen dan Crombie 22,7 persen berdasarkan hasil sementara yang dilaporkan.
Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menyampaikan bahwa masyarakat Mississauga menginginkan perubahan dalam pemerintahan kota.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para pesaing, keluarga, tim kampanye, dan relawan yang mendukung perjalanannya.
5. Tantangan Alvin Tedjo Setelah Terpilih
Kemenangan pemilihan hanyalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Tedjo kini harus membuktikan bahwa janji kampanyenya dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang dirasakan langsung oleh warga.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kampanyenya adalah keterjangkauan biaya hidup. Dia juga membawa janji pembekuan pajak properti selama dua tahun sebagai bagian dari tawaran politiknya.
Pengalaman sebagai anggota dewan kota dan staf pemerintahan provinsi dapat menjadi modal untuk menjalankan tugas barunya. Namun, memimpin seluruh kota tentu berbeda dengan mewakili satu daerah pemilihan.
Bagi Tedjo, kemenangan ini juga memiliki makna pribadi. Dia datang ke Mississauga saat masih berusia empat tahun, tumbuh di sana, dan kini dipercaya memimpin kota yang telah menjadi rumah bagi keluarganya selama puluhan tahun.
Perjalanannya menjadi wali kota menunjukkan bahwa kegagalan dalam kontestasi politik bukan selalu akhir dari sebuah perjuangan. Kini, tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa perubahan yang dijanjikan benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
Nang











