Malaysia Deportasi 150 WNI, KJRI Johor Bahru Ingatkan Calon PMI soal Jalur Resm

MimbarJurnalis.com, BATAM – Pelabuhan Batam Center kembali menjadi pintu pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia. Sebanyak 150 WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI) dipulangkan melalui Pelabuhan Terminal Feri Pasir Gudang, Johor, setelah menyelesaikan masa hukuman atas pelanggaran keimigrasian di Malaysia.

Pemulangan tersebut difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bersama Divisi M Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya. Rombongan diberangkatkan menggunakan kapal feri MDM Express 2 menuju Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau, pada pukul 13.00 WIB.

Dari total 150 orang yang dipulangkan, sebanyak 101 orang merupakan laki-laki dan 49 lainnya perempuan. Mereka berasal dari empat Depot Tahanan Imigresen (DTI), yakni Depot Pekan Nenas di Johor, Depot Beranang di Selangor, Depot Lenggeng di Negeri Sembilan, dan Depot Kemayan di Pahang.

Sumatera Utara dan NTB Terbanyak

Data daerah asal menunjukkan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah deportan terbanyak pada gelombang pemulangan kali ini, yakni 36 orang.

Nusa Tenggara Barat menyusul dengan 32 orang, kemudian Jawa Timur sebanyak 19 orang, Aceh 18 orang, dan Jawa Barat sembilan orang.

Seluruh proses keberangkatan didampingi Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru untuk memastikan pemulangan berjalan lancar.

Ketua Satgas PPT sekaligus Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor Bahru, Debbi Oktarossa, berharap seluruh WNI dapat tiba dengan selamat di Tanah Air dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman menghadapi persoalan keimigrasian di luar negeri harus menjadi pelajaran bagi calon pekerja migran Indonesia.

“Pengalaman ini harus menjadi pengingat bagi kita bahwa niat bekerja di luar negeri harus ditempuh melalui jalur yang resmi, aman, dan terjamin pelindungannya,” ujarnya.

KJRI Johor Bahru Fasilitasi 5.021 Deportasi Sepanjang 2026

Pemulangan 150 WNI tersebut menambah jumlah warga Indonesia yang difasilitasi kepulangannya oleh KJRI Johor Bahru sepanjang 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi deportasi sebanyak 5.021 WNI/PMI dari wilayah kerjanya selama tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri atas 3.528 laki-laki dewasa, 1.450 perempuan dewasa, 21 anak laki-laki, dan 22 anak perempuan.

Adapun lima provinsi asal deportan terbanyak secara kumulatif sepanjang 2026 adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Riau.

Sementara itu, Program M yang dijalankan JIM Putrajaya tercatat telah memulangkan total 4.008 WNI/PMI bermasalah selama periode Desember 2024 hingga Oktober 2026.

Kedua angka tersebut merujuk pada cakupan program dan pencatatan yang berbeda, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.

Calon PMI Diimbau Menggunakan Jalur Resmi

KJRI Johor Bahru mengimbau masyarakat yang berencana bekerja di Malaysia maupun negara lain agar memahami prosedur keimigrasian dan ketenagakerjaan sebelum berangkat.

Calon pekerja migran disarankan mencari informasi melalui instansi resmi pemerintah, antara lain Dinas Tenaga Kerja, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

Langkah tersebut penting untuk membantu calon PMI memahami persyaratan kerja, dokumen perjalanan, serta mekanisme perlindungan hukum selama berada di luar negeri.

KJRI Johor Bahru menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan keimigrasian WNI/PMI secara berkelanjutan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Perwakilan Indonesia itu juga mengapresiasi kerja sama dengan JIM Putrajaya dan berbagai pemangku kepentingan di Tanah Air, termasuk BP3MI, kantor imigrasi, dinas tenaga kerja, Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI), serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan proses penerimaan, pendampingan, dan pemulangan WNI berjalan tertib hingga mereka melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *