MimbarJurnalis.com, JAKARTA — Membuat anak mau makan sayuran bukan perkara mudah bagi sebagian orang tua. Penolakan seperti “nggak suka sayur” kerap muncul ketika anak melihat brokoli, bayam, wortel, buncis, atau jenis sayuran lainnya di piring.
Berbagai cara pun dilakukan orang tua, mulai dari membujuk anak, mencampurkan sayuran ke dalam makanan favorit, hingga memberikan hadiah. Namun, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten juga dapat membantu anak lebih familiar dengan sayuran.
Sayuran merupakan salah satu sumber nutrisi penting dalam pola makan anak. Selain menyediakan berbagai vitamin dan mineral, sayuran juga mengandung serat yang membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan orang tua agar anak perlahan lebih terbiasa mengonsumsi sayuran.
1. Jangan langsung menyerah
Anak yang menolak brokoli atau bayam pada satu kesempatan belum tentu akan terus tidak menyukainya. Orang tua dapat kembali menawarkan sayuran yang sama pada kesempatan berbeda tanpa memaksa anak untuk menghabiskannya.
Pendekatan ini dikenal sebagai repeated exposure, yaitu memperkenalkan makanan secara berulang agar anak semakin familiar dengan rasa, aroma, warna, dan teksturnya.
Tidak ada jumlah percobaan yang pasti untuk setiap anak. Karena itu, orang tua dapat terus menawarkan makanan tersebut secara santai sambil memperhatikan respons anak.
2. Kenalkan berbagai jenis sayuran
Jangan hanya memberikan satu jenis sayuran. Anak dapat diperkenalkan secara bertahap dengan berbagai pilihan seperti wortel, brokoli, buncis, bayam, labu, tomat, hingga kacang polong.
Setiap sayuran memiliki rasa, aroma, warna, dan tekstur yang berbeda. Semakin banyak jenis makanan yang dikenalkan, semakin luas pula pengalaman makan anak.
Pengenalan juga tidak perlu dilakukan sekaligus. Orang tua bisa memilih satu jenis sayuran baru dan mengenalkannya secara perlahan.
3. Tawarkan sayuran sejak awal waktu makan
Ketika anak mulai makan dan masih merasa lapar, sayuran dapat ditempatkan sebagai salah satu makanan yang tersedia sejak awal.
Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk mencoba sayuran sebelum merasa kenyang setelah mengonsumsi makanan lain yang lebih disukainya.
4. Berikan ruang lebih banyak untuk sayuran
Proporsi makanan dalam satu piring juga dapat diperhatikan. Orang tua bisa secara bertahap memberikan porsi sayuran yang lebih banyak, sambil tetap menyediakan makanan lain yang biasa disukai anak.
Tujuannya bukan membuat anak hanya makan sayuran, melainkan membiasakan sayuran menjadi bagian normal dari menu sehari-hari.
5. Buat tampilan sayuran lebih menarik
Anak tidak hanya mengenali makanan melalui rasa, tetapi juga melalui tampilan. Karena itu, cara menyajikan sayuran dapat dibuat lebih menarik dan mudah diambil.
Sayuran dapat dipotong menjadi ukuran yang sesuai untuk anak atau ditata berdampingan dengan makanan lainnya.
American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren juga menyarankan orang tua membuat makanan terlihat menarik dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba makanan yang sebelumnya ditolak.
6. Orang tua ikut makan sayur
Anak banyak belajar melalui contoh yang mereka lihat di rumah. Karena itu, orang tua juga perlu menunjukkan kebiasaan mengonsumsi sayuran.
Makan bersama keluarga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk melihat orang tua atau anggota keluarga lainnya menikmati makanan sehat.
Daripada hanya mengatakan bahwa sayuran itu sehat, memberikan contoh secara langsung dapat membantu anak mengenal kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
7. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan
Anak juga bisa dilibatkan sebelum makanan tersaji di meja. Misalnya dengan memberikan pilihan sederhana saat berbelanja, seperti memilih wortel atau brokoli.
Anak juga dapat membantu mencuci sayuran, menata makanan, atau memilih sayuran yang ingin dicoba.
Kegiatan tersebut dapat membuat proses menyiapkan makanan terasa lebih menyenangkan sekaligus memberikan anak pengalaman langsung dengan bahan makanan.
Hindari memaksa anak makan
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menghindari menjadikan sayuran sebagai sumber pertengkaran di rumah.
Memaksa anak menghabiskan sayuran atau menjadikan makanan favorit sebagai hadiah setelah makan sayur bukan satu-satunya cara untuk membangun kebiasaan makan sehat.
Orang tua dapat menyediakan beragam pilihan makanan bergizi, sementara anak diberi kesempatan untuk menentukan apakah dan seberapa banyak makanan yang ingin mereka konsumsi.
Dengan pendekatan yang santai dan konsisten, anak dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal berbagai jenis sayuran tanpa merasa bahwa waktu
Riky






