Zakir Ramadhan: FORAHMI Kepri Bukan Soal Identitas, Tapi Gerakan Bersama Membangun Kepulauan Riau

Mimbarjurnalis.com, Batam – Gagasan pembentukan Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kepulauan Riau (FORAHMI Kepri) terus memperoleh dukungan dari berbagai kalangan alumni HMI. Salah satunya datang dari Zakir Ramadhan, S.Sos.I., mantan Ketua Umum Komisariat Dakwah HMI semasa menempuh pendidikan di UIN Padang dan putra asli Kampar, Riau.

Menurut Zakir, kehadiran FORAHMI Kepri merupakan langkah strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus menyatukan potensi alumni HMI yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Minangkabau dan selama ini berkiprah di berbagai bidang di Kepulauan Riau.

“FORAHMI Kepri bukan sekadar forum silaturahmi. Saya memandang forum ini sebagai rumah besar yang mampu menyatukan gagasan, pengalaman, dan semangat pengabdian alumni HMI untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kepulauan Riau,” ujar Zakir usai menghadiri pertemuan penggagas FORAHMI Kepri di Batam, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan bahwa semangat yang dibangun FORAHMI bukanlah semangat kedaerahan yang eksklusif. Menurutnya, Minangkabau tidak semata-mata dipahami sebagai identitas suku, tempat lahir, atau mereka yang berasal dari Sumatera Barat, melainkan sebagai seperangkat nilai dan prinsip hidup yang telah disepakati oleh para ninik mamak, tokoh adat, dan ulama. Nilai tersebut mengajarkan keseimbangan antara aturan adat yang mengatur hubungan antarmanusia dan aturan agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Karena bersifat universal, nilai-nilai itu dapat diterapkan di mana saja, termasuk di Kepulauan Riau.

“Karena itu, siapa pun yang memahami, menerima, dan menjalankan prinsip-prinsip tersebut sesungguhnya memiliki jiwa Minangkabau. Menjadi Minangkabau bukan semata-mata persoalan darah atau keturunan, tetapi bagaimana seseorang menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar falsafah Minangkabau. Nilai kebersamaan, musyawarah, gotong royong, kepedulian, serta semangat pengabdian itulah yang kami bawa melalui FORAHMI untuk menjadi energi positif dalam membangun Kepulauan Riau, tempat kita hidup, berkarya, dan mengabdi,” katanya.

Zakir berharap FORAHMI Kepri mampu menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh alumni HMI yang memiliki semangat dan komitmen terhadap nilai-nilai tersebut, tanpa memandang perbedaan angkatan, komisariat, profesi, maupun latar belakang organisasi.

“Perbedaan adalah kekuatan. FORAHMI harus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan ide-ide besar, membangun jejaring yang kuat, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Inilah esensi pengabdian seorang alumni HMI,” tambahnya.

Melalui FORAHMI Kepri, para alumni berharap lahir sebuah wadah yang tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi motor kolaborasi dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, keumatan, dan pembangunan daerah.

“Insya Allah, jika semangat persaudaraan ini terus dijaga, FORAHMI Kepri akan menjadi kekuatan moral dan intelektual yang memberi manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Kepulauan Riau yang semakin maju,” tutup Zakir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *