Trump dan Premier Ontario Doug Ford Saling Serang, Dipicu Perang Dagang AS-Kanada

MimbarJurnalis.com, AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terlibat perang kata-kata dengan pemimpin negara lain. Kali ini, Trump berseteru dengan Premier Ontario, Kanada, Doug Ford.

Perseteruan bermula setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap Ford melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Senin (24 Agustus 2026).

Trump bahkan menyebut Ford sebagai sosok yang kurang mengesankan dibandingkan mendiang kakaknya, Rob Ford, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Toronto.

“Banyak sekali ‘gertakan’ dari Doug Ford, yang merupakan Perdana Menteri Provinsi Ontario di Kanada, tetapi lebih dikenal sebagai saudara laki-laki mendiang Rob Ford yang hebat, kurang karismatik, cerdas, dan secara keseluruhan tidak mengesankan,” tulis Trump, 24 Agustus 2026.

Trump juga memperingatkan Ford dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney agar tidak terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.

“Gubernur Carney, dan anteknya, Ford… tidak akan diizinkan terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat,” tulis Trump, 24 Agustus 2026.

Ia kemudian menyinggung ketergantungan Kanada terhadap jalur distribusi energi melalui Amerika Serikat.

Doug Ford Balik Serang Trump

Ford kemudian merespons pernyataan Trump dalam konferensi pers pada Senin sore, 24 Agustus 2026.

Ia menyebut Trump sebagai sosok yang tidak layak dijadikan panutan dan menolak berbagai pernyataan yang dilontarkan Presiden AS tersebut.

“Saya tidak menanggapi seorang diktator seperti Presiden Trump, seorang pengganggu seperti Presiden Trump,” kata Ford, 24 Agustus 2026.

Ford juga menyebut Trump sebagai “raja kebangkrutan” dan mengatakan dirinya tidak menyukai sikap presiden AS tersebut.

“Mari kita perjelas, saya tidak menyukai orang itu – sesederhana itu,” ujar Ford, 24 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 45 menit itu, Ford berulang kali melontarkan kritik terhadap Trump terkait kebijakan pemerintah AS terhadap Kanada.

Perseteruan Dipicu Perang Dagang

Perselisihan Trump dan Ford tidak terlepas dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada.

Pemerintahan Trump sebelumnya mengancam menerapkan tarif tinggi terhadap sejumlah produk asal Kanada. Perundingan perdagangan antara kedua negara juga mengalami kebuntuan setelah tidak tercapai kesepakatan mengenai revisi persyaratan perdagangan.

Trump kemudian memberlakukan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk ekspor Kanada.

Trump bahkan mengancam menaikkan tarif impor kendaraan, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027.

Ketegangan tersebut membuat hubungan perdagangan AS-Kanada kembali memanas dan memicu saling serang pernyataan antara Trump dan sejumlah pejabat Kanada, termasuk Doug Ford.

-Arif Adha Saputra