Kepuasan Publik terhadap Donald Trump Anjlok ke 32 Persen, Terendah Sepanjang Karier Politik

MimbarJurnalis.com, WASHINGTON — Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengalami penurunan. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru, tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump turun menjadi 32 persen, menjadi angka terendah yang tercatat sepanjang karier politiknya.

Survei tersebut dilakukan secara daring terhadap 1.277 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat selama empat hari dan berakhir pada Minggu (20/9/2026). Jajak pendapat itu memiliki margin of error sekitar ±3 poin persentase.

Penurunan tersebut terjadi ketika pemerintahan Trump menghadapi sorotan terkait biaya hidup dan kebijakan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.

Dukungan dari Partai Republik Ikut Menurun

Penurunan tingkat kepuasan juga terlihat di kalangan pendukung Partai Republik. Dalam survei terbaru, sebanyak 73 persen responden dari Partai Republik menyatakan menyetujui kinerja Trump.

Angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan 82 persen pada pekan sebelumnya. Sementara secara keseluruhan, tingkat persetujuan Trump sebelumnya berada di angka 35 persen.

Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan pandangan di antara sebagian pemilih yang berasal dari basis partai Trump.

Penanganan Biaya Hidup Jadi Sorotan

Salah satu persoalan yang mendapat penilaian rendah adalah penanganan biaya hidup. Hanya 17 persen responden yang menyatakan menyetujui kinerja Trump dalam menangani persoalan tersebut.

Isu biaya hidup menjadi perhatian penting menjelang pemilu sela AS pada November 2026. Kenaikan harga energi dan berbagai kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari persoalan ekonomi yang dinilai oleh pemilih.

Data Ipsos sebelumnya juga menunjukkan biaya hidup menjadi salah satu perhatian utama pemilih AS menjelang pemilu sela 2026.

Perang Iran dan Harga Bahan Bakar

Persoalan lain yang turut memengaruhi penilaian terhadap Trump adalah konflik dengan Iran. Perang yang berlangsung sejak Februari 2026 telah berdampak pada pasar energi dan harga bahan bakar.

Reuters melaporkan hanya 34 persen responden yang menyatakan mendukung serangan militer AS terhadap Iran dalam survei terbaru tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat mendekati akhir konflik dan membuka kemungkinan adanya jalur diplomasi dengan Iran. Pada saat yang sama, perkembangan pembicaraan antara Washington dan Teheran masih menjadi perhatian internasional.

Trump Hadapi Tahun Politik

Hasil survei tersebut muncul menjelang pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Reuters mencatat persoalan biaya hidup dan perang Iran menjadi bagian dari isu yang berpotensi memengaruhi dinamika politik menjelang pemilu tersebut. Sejumlah kandidat dari Partai Republik juga mulai menyuarakan perlunya mengakhiri konflik Iran dengan alasan dampaknya terhadap harga energi dan perekonomian.

Meski demikian, hasil jajak pendapat merupakan gambaran opini publik pada saat survei dilakukan dan bukan hasil pemilu. Survei Reuters/Ipsos terbaru ini dilakukan terhadap 1.277 orang dewasa dengan margin of error sekitar tiga poin persentase.

Riky