Kasino Pacific Hotel Batam Mendadak Gelap Usai Penggerebekan, Ada Apa?

MimbarJurnalis.com, BATAM – Aktivitas gelanggang permainan (gelper) atau kasino di Pacific Hotel Batam mendadak berhenti. Pada Minggu (16/8/2026), ruangan kasino yang disebut menempati dua lantai di hotel berbentuk kapal pesiar tersebut terlihat gelap gulita dan tidak menunjukkan adanya aktivitas.

Penutupan sementara itu terjadi di tengah operasi besar-besaran aparat terhadap sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perjudian dan narkoba di Kota Batam.

Informasi mengenai alasan penutupan tersebut masih bersifat sumber lapangan. Menurut sumber yang dikutip Waspada.id, Senin (17/8/2026) dari lingkungan Polda Kepri, penutupan diduga berkaitan dengan adanya arahan dari Mabes Polri agar operasional kasino dihentikan sementara menyusul rangkaian penggerebekan yang berlangsung di Batam.

Kasino Pacific Hotel Batam Tutup, Ruangan Gelap Gulita

Pantauan di lokasi pada Minggu (16/8/2026) menunjukkan tidak terlihat aktivitas di ruangan kasino yang berada di dalam Pacific Hotel Batam.

Area permainan yang biasanya menjadi lokasi aktivitas pengunjung tampak gelap. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi hanya berselang sehari setelah Bareskrim Polri melakukan penindakan terhadap dugaan perjudian kasino di kawasan Nagoya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Pacific Hotel Batam mengenai alasan kasino tersebut tidak beroperasi.

Warga Soroti Aktivitas Kasino di Tengah Operasi Besar Bareskrim

Penutupan kasino tersebut juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sejumlah warga yang dikutip Waspada.id menyebut adanya dugaan hubungan jaringan bisnis pemilik hotel dengan sejumlah pihak berpengaruh. Namun, informasi tersebut merupakan klaim dari sumber warga dan belum disertai bukti atau konfirmasi resmi dari pihak yang disebut.

Warga berharap rangkaian penindakan terhadap tempat hiburan dan lokasi yang diduga menjadi arena perjudian dilakukan secara profesional, transparan, serta berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Batam Jadi Sorotan Usai Serangkaian Penggerebekan

Sebelumnya, operasi penindakan terhadap sejumlah lokasi hiburan dan dugaan perjudian berlangsung di beberapa kawasan Batam.

Pada Sabtu (15/8/2026) dini hari, kepolisian melakukan tindakan di kawasan Newton, Jodoh, dengan memasang garis polisi.

Operasi kemudian menyasar sejumlah lokasi lain tempat hiburan malam, termasuk HH Club Planet 3, V Club, F1 P1 dan P2 di kawasan tersebut.

Belum selesai rangkaian operasi itu, Bareskrim Polri kembali melakukan penindakan pada Sabtu malam terhadap lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas perjudian di kawasan belakang Nagoya Food Court, Batam.

Dalam penggerebekan tersebut, 197 orang diamankan, termasuk 10 warga negara asing.

Polisi juga menyita uang tunai sekitar Rp7,79 miliar serta 105 unit mesin permainan yang terdiri dari mesin piala/bubble, scatter, mahjong, dadu dan tembak ikan.

Wakabareskrim Ultimatum Pengelola Gelper Batam

Situasi semakin menjadi sorotan setelah Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, memberikan peringatan keras kepada pengusaha tempat hiburan dan pengelola gelper di Batam.

Nunung mengatakan aparat tidak menutup kemungkinan melakukan penindakan terhadap lokasi lain yang masih menjalankan aktivitas yang melanggar hukum.

Ia bahkan meminta pengusaha tempat hiburan dan gelper agar tidak mengabaikan peringatan aparat.

Pernyataan tersebut membuat muncul pertanyaan baru di tengah masyarakat: apakah kasino atau gelper lain di Batam akan menjadi sasaran operasi berikutnya?

Sorotan Publik Mengarah ke Kasino dan Gelper Batam

Batam selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit wisatawan dari Singapura dan Malaysia karena lokasinya yang berdekatan dengan kedua negara tersebut.

Di tengah geliat pariwisata dan industri hiburan malam, aktivitas perjudian menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian aparat penegak hukum.

Rangkaian operasi Bareskrim Polri di Batam kini membuat aktivitas sejumlah tempat hiburan dan gelper menjadi sorotan.

Sementara itu, kasus penggerebekan kasino di Nagoya masih dalam proses penyidikan. Bareskrim Polri juga disebut akan mendalami pihak-pihak yang diduga menjadi pelaku inti dalam jaringan perjudian tersebut.

Dengan kondisi kasino Pacific Hotel Batam yang mendadak gelap dan berhenti beroperasi, publik kini menunggu keterangan resmi mengenai status tempat tersebut. Apakah penutupan itu berkaitan langsung dengan operasi penindakan perjudian yang tengah berlangsung di Batam.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *