Kabut Asap, Jarak Pandang di Pelabuhan Batam Center Terbatas, Ini Peringatan BMKG

MimbarJurnalis.com, BATAM – Kabut asap masih menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (8/10/2026). Kondisi udara yang kabur membuat jarak pandang di kawasan Pelabuhan Batam Center hanya sekitar 4 kilometer.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi aktivitas transportasi laut, terutama kapal yang melakukan manuver saat keluar maupun masuk kawasan pelabuhan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan adanya potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Asap karhutla tersebut berpotensi menurunkan jarak pandang sekaligus mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, R. Anggraeni, mengatakan kondisi udara kabur masih mendominasi Batam pada Kamis.

Berdasarkan prakiraan BMKG, udara kabur berpotensi terjadi pada pagi, malam hingga dini hari. Sementara itu, hujan ringan berpeluang turun pada siang hari.

“Waspada potensi sebaran asap Karhutla di seluruh wilayah Kepulauan Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan,” katanya, Kamis (8/10/2026).

Jarak Pandang di Pelabuhan Batam Center Hanya 4 Kilometer

Data prakiraan BMKG untuk Pelabuhan Batam Center pada Kamis pukul 13.00 WIB menunjukkan kondisi udara kabur dengan suhu mencapai 32 derajat Celsius.

Kelembapan udara tercatat 67 persen, sedangkan jarak pandang sekitar 4 kilometer.

Menariknya, kondisi gelombang laut justru relatif aman. Tinggi gelombang tercatat hanya sekitar 0,1 meter atau masuk kategori tenang. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 10 knot dari arah barat daya.

Dengan kondisi tersebut, tantangan utama pelayaran bukan berasal dari gelombang tinggi, melainkan jarak pandang yang terbatas akibat udara kabur dan potensi sebaran asap.

Visibilitas menjadi faktor penting bagi keselamatan pelayaran, khususnya ketika kapal melakukan manuver di sekitar alur pelayaran dan saat keluar maupun masuk pelabuhan.

Pengguna Kapal Diminta Waspada

Dengan kondisi jarak pandang yang menurun, pengguna transportasi laut di Batam diminta memperhatikan informasi cuaca dan visibilitas sebelum melakukan perjalanan.

Operator kapal juga perlu memantau perubahan kondisi atmosfer selama pelayaran, terutama ketika jarak pandang mengalami penurunan.

BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai sebaran asap karhutla di Kepri. Selain dapat mengurangi jarak pandang, paparan asap juga berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan asap apabila kondisi udara semakin memburuk.

Rom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *