MimbarJurnalis.com, PADANG – Masa depan Semen Padang FC tengah menjadi sorotan setelah klub berjuluk Kabau Sirah itu menghadapi persoalan di dalam dan luar lapangan. Selain belum tampil konsisten di Championship 2026-2027, klub asal Sumatera Barat tersebut juga mengakui memiliki tunggakan hingga Rp13 miliar dan masuk dalam daftar FIFA Registration Ban List.
Situasi ini memicu kekecewaan di kalangan suporter. Bahkan, sejumlah pendukung mulai mendesak Andre Rosiade selaku Presiden Semen Padang untuk mundur dari jabatannya.
Menanggapi desakan tersebut, Andre mengaku siap melepas posisinya bersama jajaran manajemen. Namun, ia menegaskan bahwa keberlangsungan tim membutuhkan dukungan finansial yang tidak sedikit.
Andre Rosiade Sebut Semen Padang FC Butuh Rp50 Miliar
Andre menjelaskan, Semen Padang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk menjalani satu musim kompetisi.
Menurut dia, pihaknya telah mengeluarkan dana sekitar Rp25,5 miliar. Dengan demikian, masih diperlukan tambahan sekitar Rp50 miliar untuk membiayai kebutuhan tim hingga akhir musim.
Andre pun mempersilakan suporter yang tidak puas dengan kinerja manajemen untuk mengambil alih pengelolaan klub, dengan catatan mampu memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.
“Kalau memang teman-teman suporter tidak puas dengan kinerja kami, saya sebagai presiden klub dan teman-teman manajemen baru siap mundur. Silakan teman-teman yang urus,” kata Andre, dikutip BolaSport.com dari Tribun Padang.
“Kami sudah keluar Rp25,5 miliar. Itu risiko kami sebagai suporter. Kalau kami mundur, silakan urus tim ini,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa suporter perlu menyiapkan dana sekitar Rp50 miliar untuk memenuhi kebutuhan Semen Padang sampai kompetisi berakhir.
Tunggakan Rp13 Miliar Bikin Semen Padang Masuk Daftar Sanksi FIFA
Persoalan finansial menjadi salah satu tantangan serius bagi Semen Padang pada musim ini. Klub tersebut mengakui memiliki tunggakan yang mencapai Rp13 miliar.
Masalah itu turut membuat Semen Padang masuk dalam FIFA Registration Ban List, yakni daftar klub yang dikenai larangan pendaftaran pemain oleh FIFA.
Sanksi tersebut tidak serta-merta melarang klub bernegosiasi atau mencapai kesepakatan dengan pemain baru. Namun, selama larangan masih berlaku, klub tidak dapat mendaftarkan pemain sesuai ketentuan sanksi yang dijatuhkan.
Kondisi ini berpotensi membatasi ruang gerak Semen Padang dalam memperkuat skuad, terutama apabila klub membutuhkan tambahan pemain untuk memperbaiki performa di kompetisi.
Performa Semen Padang FC Belum Maksimal di Championship 2026-2027
Di tengah persoalan keuangan, Semen Padang juga masih berjuang memperbaiki posisi di klasemen Championship 2026-2027.
Kabau Sirah mengawali musim dengan minus satu poin. Setelah menyelesaikan tujuh pertandingan, mereka mengoleksi 10 poin dan menempati peringkat keenam Grup A.
Situasi tersebut membuat Semen Padang menghadapi tantangan ganda. Tim harus berusaha meningkatkan performa di lapangan sekaligus menyelesaikan persoalan finansial yang membayangi klub.
Desakan suporter terhadap Andre Rosiade pun menjadi gambaran besarnya tekanan yang dihadapi manajemen. Ke depan, penyelesaian tunggakan dan pemenuhan kebutuhan operasional tim akan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan Semen Padang hingga akhir musim.
Di tengah situasi ini, perhatian kini tertuju pada langkah manajemen untuk menuntaskan persoalan keuangan dan menjaga peluang Kabau Sirah bersaing di Championship 2026-2027.
Nang









