Rekaman Audio Ungkap Detik-Detik Tabrakan Kereta Cepat Spanyol, 69 Orang Tewas!

MimbarJurnalis.com, MADRID — Rekaman audio komunikasi antara masinis kereta dan pusat kendali mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan maut dua kereta cepat di Spanyol yang menewaskan 69 orang pada Rabu (28/10/2026). Rekaman tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta melanjutkan perjalanan ketika kereta lain masih berhenti di jalur yang sama.

Rekaman yang diperoleh media Spanyol itu memperlihatkan percakapan antara dua masinis dan petugas pusat kendali di Madrid beberapa menit sebelum tabrakan terjadi.

Dilansir BBC, kecelakaan melibatkan kereta cepat milik operator negara Renfe yang melayani rute Madrid-Seville dan kereta milik perusahaan swasta Iryo. Tabrakan terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat di dekat Urda.

Berdasarkan penyelidikan awal, sistem keamanan kereta saat itu mengalami gangguan akibat kerusakan komputer dan masalah pada sistem persinyalan otomatis. Akibatnya, sejumlah kereta di jalur tersebut terpaksa berhenti sekitar pukul 08.30.

Karena sistem komputer tidak berfungsi, pengaturan lalu lintas kereta kemudian dialihkan kepada pusat kendali di Madrid.

Pusat Kendali Izinkan Kereta Melaju Normal

Sekitar pukul 08.36 waktu setempat, petugas pusat kendali memberikan izin kepada masinis kereta Renfe untuk melanjutkan perjalanan tanpa pembatasan kecepatan.

Dalam salah satu rekaman audio, terdengar operator memberikan instruksi kepada masinis agar melanjutkan perjalanan melalui sistem sinyal blok lateral dengan kecepatan dan operasi normal.

“Lanjutkan perjalanan Anda dan kemudian lanjutkan di bawah (Blok Sinyal Lateral), dengan kecepatan normal dan operasi normal,” ujar operator pusat kendali.

Masinis Renfe kemudian memastikan kembali instruksi tersebut.

“Dengan kecepatan normal?” tanya masinis.

“Ya,” jawab operator.

Padahal, pada saat bersamaan, kereta milik Iryo masih berhenti di jalur sekitar 25 kilometer di depan akibat gangguan sistem keamanan.

Masinis Iryo Sudah Laporkan Kereta Tidak Bisa Bergerak

Rekaman komunikasi lainnya memperlihatkan masinis kereta Iryo telah menghubungi pusat kendali untuk melaporkan gangguan komunikasi dan ketidakmampuan menjalankan kereta.

“Kereta berhenti di depan sinyal masuk di Urda,” kata masinis Iryo kepada petugas pusat kendali.

Setelah melakukan sejumlah komunikasi, masinis tersebut sempat menerima instruksi untuk melanjutkan perjalanan secara normal.

Namun, kereta tetap tidak dapat dijalankan karena sistem keamanan tidak mengizinkan pengoperasian.

“Kereta tidak mengizinkan saya untuk mengendalikan sistem (keamanan). Itulah mengapa saya masih berhenti di depan sinyal masuk,” ujar masinis Iryo.

Dalam rekaman terakhir, petugas pengendali lalu lintas kereta diberi tahu bahwa kereta Iryo masih berhenti di jalur ketika kereta Renfe mendekat.

Tidak lama kemudian, masinis Iryo melaporkan bahwa gerbong-gerbong keretanya telah ditabrak dari belakang oleh kereta lain.

Menteri Transportasi Spanyol Pertanyakan Keputusan Pusat Kendali

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, turut menyoroti keputusan petugas yang mengizinkan kereta kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan ketika sistem keamanan mengalami gangguan.

Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat dijelaskan”.

Sementara itu, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur pengendalian perjalanan kereta ketika sistem persinyalan otomatis tidak berfungsi.

Hingga laporan ini disusun, jumlah korban meninggal dunia mencapai 69 orang. Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian dengan memotong bagian gerbong yang rusak untuk menjangkau korban.

Terungkapnya rekaman komunikasi tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan kecelakaan kereta cepat Spanyol. Perhatian kini tertuju pada prosedur keselamatan dan keputusan pusat kendali yang memungkinkan kereta tetap melaju ketika terdapat kereta lain yang masih berhenti di jalurnya.

kaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *