MimbarJurnalis.com, BATAM — Sastra kembali mengambil ruang di tengah geliat Kota Batam. Komunitas Seni Rumahitam bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri menggelar SEBAB PUISI (Sabtu Batam Berpuisi) edisi ke-5, Sabtu (12/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung di LamanKata Rumahitam, Sekupang, dan menjadi ruang perjumpaan bagi penyair, budayawan, pendidik, serta pegiat literasi untuk membaca puisi sekaligus berbincang mengenai dunia sastra.
SEBAB PUISI bukan sekadar agenda pembacaan karya. Program yang diinisiasi Komunitas Seni Rumahitam ini dirancang sebagai ruang helat budaya untuk menjaga agar tradisi sastra tetap hidup dan berkembang di Batam.
Nama SEBAB PUISI merupakan akronim dari Sabtu Batam Berpuisi. Kegiatan ini digagas oleh penyair dan budayawan Kepri, Tarmizi Rumahitam, dengan semangat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mendiskusikan karya sastra.
Kehadiran program tersebut menjadi warna tersendiri dalam kehidupan seni dan budaya Batam. Di tengah perkembangan kota yang identik dengan aktivitas industri, perdagangan, dan pariwisata, ruang sastra seperti SEBAB PUISI menghadirkan tempat bagi masyarakat untuk kembali menikmati kekuatan seni kata.
Bagi para penyair dan pegiat literasi, pertemuan semacam ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan. Puisi tidak hanya dibaca sebagai karya personal, tetapi menjadi pintu masuk untuk membicarakan berbagai persoalan sosial, budaya, identitas, dan kehidupan masyarakat.
Menjaga Sastra, Merawat Marwah Melayu
SEBAB PUISI juga membawa misi yang lebih luas, yakni merawat ekosistem sastra dan memperkuat marwah budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Ruang perjumpaan yang dibangun Rumahitam diharapkan mampu mempertemukan pelaku sastra lintas generasi. Dengan begitu, karya dan pengalaman para penyair maupun budayawan dapat terus diwariskan sekaligus dikenalkan kepada generasi muda.
Kawasan kreatif Kompleks Rumahitam menjadi salah satu ruang utama pelaksanaan kegiatan. Selain LamanKata, panggung seni di Suratan Coffee & Resto, Sekupang, Batam, juga menjadi bagian dari ruang berkesenian yang dikembangkan.
Konsistensi SEBAB PUISI hingga memasuki edisi kelima menunjukkan adanya upaya untuk menjadikan sastra sebagai bagian dari kehidupan budaya kota.
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, program ini membuka peluang bagi Batam untuk memiliki ruang publik yang mempertemukan puisi, diskusi sastra, budaya Melayu, dan kreativitas generasi muda.
Dengan terus menghadirkan ruang semacam ini, geliat sastra di Batam diharapkan tidak berhenti pada panggung pembacaan puisi. Sastra dapat tumbuh menjadi ruang dialog sekaligus cara untuk menjaga ingatan, identitas, dan nilai budaya masyarakat Kepulauan Riau.
Den






