Mimbarjurnalis.com, Pekanbaru – Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mencetak lulusan, tetapi harus menjadi penggerak utama pembangunan daerah melalui inovasi, riset, dan penguatan sumber daya manusia. Pesan tersebut disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes., saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Perguruan Tinggi Tahun 2026 di Hotel Grand Central Pekanbaru, Jumat (31/7).
Rakorpim yang berlangsung hingga 1 Agustus 2026 ini mengusung tema “Perguruan Tinggi sebagai Motor Penggerak Pembangunan” dan dihadiri pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) serta pengurus yayasan pendidikan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII.
Dalam sambutannya, Nopriadi menegaskan bahwa tema tersebut merupakan penegasan terhadap arah baru pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kampus tidak boleh lagi menjadi institusi yang hanya berorientasi pada penerbitan ijazah, tetapi harus hadir sebagai pusat lahirnya solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi engine of growth, menjadi penggerak kemajuan ekonomi, pusat inovasi sains dan teknologi, sekaligus memperkuat karakter sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Ia mengatakan, Rakorpim menjadi forum strategis bagi para pimpinan perguruan tinggi untuk mendengarkan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekaligus menyamakan langkah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau.
Selain membahas percepatan peningkatan akreditasi, forum tersebut juga membicarakan implementasi rekognisi pembelajaran lampau (RPL), praktik-praktik pembelajaran terbaik, hingga percepatan pengembangan karier dosen melalui jabatan fungsional.
Menurut Nopriadi, kolaborasi antarkampus, pemerintah, dan dunia usaha menjadi fondasi penting agar perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.






