MimbarJurnalis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dalam peluncuran tersebut, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. Kebijakan ini mengedepankan pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif agar setiap murid dapat belajar tanpa rasa takut maupun diskriminasi.
“Kami menggunakan pendekatan yang humanis, inklusif, dan partisipatif. Sekolah harus menjadi rumah bagi semua murid, tempat setiap anak merasa aman, dihargai, serta memiliki kesempatan berkembang tanpa diskriminasi,” ujar Abdul Mu’ti, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, keamanan di sekolah tidak hanya mencakup perlindungan dari kekerasan fisik, tetapi juga meliputi aspek sosial, spiritual, intelektual, hingga keamanan digital. Karena itu, keterlibatan guru, orang tua, masyarakat, dan media menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang sehat.
Kemendikdasmen juga memperkuat perlindungan anak melalui kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi anak di bawah 16 tahun sebagai tindak lanjut PP TUNAS, serta menghadirkan berbagai program pendukung seperti guru wali, pelatihan bimbingan dan konseling, teman sebaya, pendidikan parenting, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, dan Ikrar Pelajar Indonesia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.
Melalui Gernas RANA, pemerintah berharap kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, dan media dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi Indonesia.
-Arif Adha Saputra






