MimbarJurnalis.com, BATAM – Gebrakan awal Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung diwarnai perombakan besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebanyak 76 perwira tinggi (Pati) Polri mendapat penugasan baru melalui mutasi dan rotasi jabatan yang menyasar sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun jajaran kepolisian daerah.
Mutasi tersebut menjadi langkah penyegaran organisasi setelah Suyudi Ario Seto resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Keputusan perombakan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/Kep./2026 dan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Dalam surat telegram tersebut, sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri dibebaskan dari jabatan lama dan dimutasi untuk mengemban tugas baru.
“Sehubungan dengan referensi di atas, dengan ini diberitahukan kepada para Pati dan Pamen Polri di bawah ini dibebaskan dari jabatan lama/dimutasikan dalam jabatan baru,” demikian bunyi surat telegram tersebut, seperti dikutip dari detik.com, Sabtu (3/10/2026).
Eks Kapolda Kepri Asep Safruddin Jadi Kabareskrim Polri
Salah satu perubahan penting dalam mutasi perdana Kapolri Suyudi Ario Seto adalah pergantian Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Irjen Pol Asep Safruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) kini dipercaya mengemban jabatan Kabareskrim Polri.
Penunjukan tersebut menempatkan Asep Safruddin pada salah satu posisi strategis di lingkungan Mabes Polri, yang memiliki peran penting dalam penanganan berbagai perkara tindak pidana dan penegakan hukum.
Asep dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse serta pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan kepolisian.
Perubahan jabatan ini sekaligus mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolda Kepri dan membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di institusi Polri.
Irjen Pol Suhendri Ditunjuk Jadi Kapolda Kepri
Seiring dengan penugasan Asep Safruddin sebagai Kabareskrim, posisi Kapolda Kepri kini dipercayakan kepada Irjen Pol Suhendri.
Suhendri bukan sosok baru bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Tanjungpinang pada periode 2010–2012.
Pengalaman bertugas di wilayah Kepri tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Suhendri sebelum kembali dipercaya memimpin kepolisian di provinsi kepulauan tersebut.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Kepri ini menjadi salah satu perhatian dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Suyudi, mengingat wilayah Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang didominasi kawasan perairan serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
Eks Kapolda Riau Jabat Kabaintelkam Polri
Selain perubahan di posisi Kabareskrim dan Kapolda Kepri, mutasi kali ini juga menyasar jabatan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Irjen Pol Hery Herjawan yang sebelumnya menjabat Kapolda Riau mendapat penugasan baru sebagai Kabaintelkam Polri.
Rotasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pergeseran jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri yang dilakukan melalui telegram perdana Kapolri Suyudi Ario Seto.
Mutasi Perdana Kapolri Suyudi Libatkan 76 Pati Polri
Secara keseluruhan, sebanyak 76 perwira tinggi Polri masuk dalam daftar mutasi dan rotasi jabatan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Perubahan tersebut mencakup berbagai posisi penting, baik di tingkat pusat maupun kewilayahan, sebagai bagian dari penataan organisasi dan penyegaran kepemimpinan di tubuh Polri.
Mutasi ini juga menjadi salah satu langkah awal Suyudi Ario Seto setelah resmi menjabat sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Dengan bergesernya sejumlah pejabat utama, termasuk Kabareskrim, Kabaintelkam, dan Kapolda Kepri, jajaran Polri kini memasuki fase baru kepemimpinan di bawah komando Suyudi Ario Seto.
Den






