MimbarJurnalis.com, BATAM – Harga yang lebih terjangkau kerap membuat emas berkadar rendah menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin tampil dengan perhiasan berkilau tanpa mengeluarkan banyak uang. Namun, di balik harganya yang relatif murah, ada sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk membelinya.
Emas selama ini dikenal sebagai logam mulia yang diminati untuk perhiasan maupun investasi. Meski demikian, tidak semua produk emas memiliki kandungan emas murni dan karakteristik yang sama. Perbedaan kadar karat dapat memengaruhi harga, ketahanan, hingga nilai jual kembali perhiasan.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli. Memahami kadar emas dan campuran logam di dalamnya juga penting agar tidak menyesal ketika perhiasan hendak dijual atau digunakan dalam jangka panjang.
Berikut empat risiko emas berkadar rendah yang perlu diketahui sebelum membeli.
1. Harga Jual Kembali Bisa Lebih Rendah
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membeli emas berkadar rendah adalah nilai jual kembalinya. Emas dengan kadar lebih rendah memiliki kandungan emas murni yang lebih sedikit dibandingkan emas berkadar tinggi dengan berat yang sama.
Ketika hendak menjualnya kembali, harga yang ditawarkan dapat lebih rendah, bergantung pada kadar emas, kondisi perhiasan, kebijakan toko, serta harga emas yang berlaku.
Dalam beberapa kasus, biaya pemeriksaan, pengolahan, atau pemurnian juga dapat memengaruhi penawaran harga. Akibatnya, selisih antara harga pembelian dan harga penjualan bisa cukup besar.
Bagi pembeli yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi, aspek ini penting diperhitungkan sejak awal agar tidak hanya berfokus pada harga murah ketika membeli.
2. Warna Perhiasan Lebih Mudah Berubah
Emas berkadar rendah mengandung campuran logam lain dalam proporsi lebih besar. Campuran tersebut dapat memengaruhi warna, kilau, dan ketahanan permukaan perhiasan terhadap pemakaian sehari-hari.
Paparan keringat, parfum, kosmetik, bahan kimia, serta kondisi lingkungan tertentu dapat membuat perhiasan terlihat kusam atau mengalami perubahan warna. Namun, tingkat perubahan tersebut bergantung pada komposisi logam dan lapisan permukaannya.
Jika perhiasan membutuhkan perawatan atau pelapisan ulang, pemiliknya mungkin perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan penampilannya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis bahan dan cara perawatan yang sesuai sebelum membeli perhiasan emas berkadar rendah.
3. Berisiko Menimbulkan Alergi dan Iritasi Kulit
Bagi orang yang memiliki kulit sensitif, komposisi logam campuran dalam perhiasan juga perlu menjadi perhatian. Beberapa bahan, terutama nikel, dapat memicu dermatitis kontak pada orang yang memiliki alergi terhadap logam tersebut.
Gejalanya bisa berupa gatal, kemerahan, ruam, atau iritasi di area kulit yang bersentuhan langsung dengan perhiasan.
Meski demikian, kadar karat yang rendah tidak otomatis berarti perhiasan mengandung nikel atau pasti menyebabkan alergi. Risiko ini lebih ditentukan oleh komposisi bahan yang digunakan dan sensitivitas kulit masing-masing orang.
Jika kulit mudah mengalami iritasi, pilih perhiasan dengan informasi komposisi yang jelas dan hindari bahan pemicu alergi yang telah diketahui.
4. Perhiasan Tetap Bisa Rusak atau Berubah Bentuk
Banyak orang mengira emas berkadar rendah selalu lebih kuat karena mengandung lebih banyak logam campuran. Padahal, tingkat kekerasan dan ketahanan perhiasan tidak hanya ditentukan oleh kadar karat, tetapi juga jenis campuran logam serta desain pembuatannya.
Perhiasan tertentu dapat mengalami goresan, perubahan bentuk, retak, atau patah ketika terkena benturan keras maupun tekanan berulang.
Kerusakan pada bagian rantai, pengait, cincin, atau dudukan batu permata juga dapat memerlukan biaya perbaikan. Dalam kondisi tertentu, perbaikan bahkan bisa sulit dilakukan tanpa memengaruhi bentuk atau tampilan awal perhiasan.
Karena itu, perhiasan emas sebaiknya dipilih sesuai kebutuhan. Untuk pemakaian sehari-hari, pertimbangkan keseimbangan antara kadar emas, desain, kenyamanan, dan ketahanan produk.
Jangan Hanya Melihat Harga Murah Saat Membeli Emas
Emas berkadar rendah bukan berarti selalu merugikan atau tidak layak dibeli. Produk tersebut tetap bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan perhiasan, selama pembeli memahami karakteristik dan tujuan penggunaannya.
Namun, jika tujuan utama membeli emas adalah investasi, calon pembeli sebaiknya membandingkan kadar emas, harga per gram, selisih harga beli dan jual kembali, serta ketentuan buyback dari penjual.
Pastikan pula kadar emas tercantum dengan jelas dan beli dari penjual tepercaya. Jangan ragu meminta informasi mengenai campuran logam dan bukti kadar emas sebelum melakukan transaksi.
Dengan memahami berbagai risiko tersebut, pembeli dapat menentukan pilihan secara lebih bijak. Harga yang murah memang menarik, tetapi keputusan membeli emas sebaiknya tetap didasarkan pada kualitas, kebutuhan, dan perhitungan biaya dalam jangka panjang.
Den








