Mimbarjurnalis.com,– Ekspor perdana berbagai komoditas unggulan Aceh ke Malaysia melalui Aceh Trading Committee (ATC) menjadi langkah strategis dalam membuka akses pasar internasional bagi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk UMKM Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk lokal, memperluas jaringan perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Malaysia dinilai memiliki potensi pasar yang besar terhadap berbagai komoditas asal Aceh. Dengan terbukanya jalur ekspor ini, diharapkan semakin banyak hasil bumi Aceh yang mampu bersaing di pasar internasional serta memberikan manfaat nyata bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat Aceh secara luas.
Zaydan Ramli, Perwakilan Tokoh Masyarakat Aceh Kota Batam, mengapresiasi langkah yang dilakukan ATC dan berharap Pemerintah Aceh memberikan dukungan penuh agar program ekspor ini terus berkembang.
“Ini merupakan peluang besar bagi Aceh untuk memperkenalkan hasil bumi ke pasar internasional. Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh,” ujar Zaydan Ramli.
Executive Direktur LAZISMU Kepulauan Riau, Irwansyah Kande, menyampaikan bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan meningkatnya kepedulian sosial.
“LAZISMU Kepulauan Riau siap berkolaborasi bersama masyarakat Aceh di Batam melalui program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kemanusiaan. Kami juga mengajak masyarakat Aceh yang telah diberikan kelapangan rezeki untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZISMU agar manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan, baik di Batam maupun di Aceh,” ujar Irwansyah Kande.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan lembaga filantropi, diharapkan kemajuan sektor perdagangan dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.






