Dua Mesin PLTD Rusak, Listrik Pulau Burung Inhil Riau Defisit 500 kW: Kapan Pemadaman Berakhir?

MimbarJurnalis.com, INDRAGIRI HILIR – Keluhan masyarakat terkait listrik yang kerap mati-hidup atau byar-pet di Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, akhirnya dijawab PLN.

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah tersebut ternyata dipicu kerusakan dua unit mesin pembangkit di PLTD Pulau Burung. Kondisi itu membuat kemampuan pembangkitan listrik mengalami defisit sekitar 500 kilowatt (kW).

Gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya dirasakan warga Desa Pulau Burung. Sejumlah pelanggan di Desa Air Tawar dan Desa Sari Mulya, Kecamatan Kateman, juga ikut merasakan dampaknya.

Kondisi listrik yang hidup dan mati secara bergilir ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu berbagai aktivitas, mulai dari kebutuhan rumah tangga, usaha masyarakat hingga kegiatan lain yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

PIC PLN Sub Isolated Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Rizki Razak, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp.

Menurut Razak, pemadaman bergilir dilakukan setelah dua mesin pembangkit di PLTD Pulau Burung, yakni Caterpillar 01 dan Cummins 02, mengalami kerusakan.

“PLN terus mengupayakan percepatan perbaikan kedua unit mesin tersebut,” ujar Razak.

Kerusakan dua mesin tersebut menyebabkan sistem kelistrikan mengalami defisit daya kurang lebih 500 kW. Untuk menjaga sistem tetap berjalan, PLN terpaksa melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

Mesin Caterpillar 01 Ditargetkan Normal 10 September

Kabar baiknya, PLN tengah mempercepat perbaikan mesin Caterpillar 01. Unit tersebut ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 10 September 2026.

Jika perbaikan berjalan sesuai rencana dan mesin berhasil kembali masuk ke sistem, defisit daya yang saat ini menjadi salah satu penyebab utama pemadaman bergilir diharapkan dapat berakhir.

Namun, pemulihan sistem kelistrikan tidak berhenti pada mesin Caterpillar 01.

PLN juga masih melakukan perbaikan terhadap Cummins 02. Mesin tersebut diperkirakan baru dapat kembali beroperasi pada minggu keempat September 2026.

Beroperasinya kembali Cummins 02 diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di PLTD Pulau Burung, terutama sebagai cadangan daya, sehingga keandalan pasokan listrik ke masyarakat bisa semakin baik.

PLN Minta Maaf kepada Warga

PLN menyadari pemadaman bergilir yang berlangsung telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Pasokan listrik yang tidak stabil dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi, pelayanan, komunikasi, pendidikan hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Atas kondisi tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak.

“PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian disampaikan Razak.

Masyarakat Pulau Burung dan wilayah sekitarnya kini menanti realisasi target perbaikan tersebut. Kembalinya mesin Caterpillar 01 pada 10 September 2026 menjadi harapan terdekat agar defisit daya dan pemadaman bergilir segera berakhir.

Sementara itu, beroperasinya kembali Cummins 02 pada pekan keempat September diharapkan mampu menjadi penguat sekaligus cadangan bagi sistem kelistrikan Pulau Burung ke depannya.

Sul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *