Air Batam Belum Normal, Ombudsman Soroti Warga yang Hanya Dapat Aliran 4 Jam

MimbarJurnalis.com, BATAM — Gangguan distribusi air bersih di sejumlah kawasan Kota Batam belum sepenuhnya teratasi. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mendesak pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam mempercepat pemulihan pasokan yang masih dikeluhkan warga.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengatakan pemulihan pasokan air belum berjalan optimal setelah kerusakan pipa distribusi di kawasan Batamindo pada 29 Agustus 2026. Salah satu kondisi terparah ditemukan di Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban Baru.

Air Hanya Mengalir 4 Jam, Warga Keluhkan Pasokan Mati

Lagat menyampaikan, saat Ombudsman melakukan pemantauan pada 1 September lalu, pasokan air di kawasan Taman Sari Hijau masih mati total pada sebagian besar waktu.

“Saat kami melakukan pemantauan pada 1 September lalu, pasokan air di kawasan tersebut masih mati total. Warga menyebut air mengalir sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIB, sementara pada siang dan sore hari air tidak mengalir,” ujar Lagat, seperti dikutip rri,  Selasa (8/9/2026).

Gangguan serupa juga ditemukan di kawasan Sei Lekop. Warga mengalami gangguan pasokan hingga empat hari, dengan aliran air hanya mengalir terbatas mulai sekitar pukul 22.30 WIB.

Kondisi tersebut diperparah dengan tekanan air yang lemah, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah lebih tinggi.

Tiban, Tanjung Sengkuang hingga Marina Masih Terdampak

Selain Taman Sari Hijau dan Sei Lekop, gangguan distribusi air juga masih ditemukan di sejumlah kawasan lain.

Di Tiban Tiga, Tanjung Sengkuang, serta Perumahan Dreamland Marina Tanjung Riau, aliran air masih terbatas dan umumnya baru mengalir pada dini hari.

Sementara itu, di Sagulung Berseri, pasokan mulai mengalir secara bertahap sejak 1 September sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, warga yang tinggal di lokasi dengan kontur lebih tinggi masih belum mendapatkan aliran air.

Ombudsman Minta SPAM Batam Percepat Penanganan

Menurut Lagat, persoalan tersebut harus segera ditangani karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

SPAM Batam, sebagai badan usaha di bawah BP Batam, diminta memperkuat pengawasan terhadap operatornya, Air Batam Hilir, sekaligus mempercepat distribusi air melalui tangki ke wilayah yang masih mengalami gangguan.

“Air itu adalah kebutuhan dasar dan ketentuan perundang-undangan mewajibkan itu berjalan selama 24 jam setiap hari,” kata Lagat.

Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *