MimbarJurnalis.com, BATAM – Batam bukan hanya terkenal sebagai destinasi belanja, wisata kuliner, dan pintu gerbang perjalanan menuju Singapura atau Malaysia. Kota di Kepulauan Riau ini juga menyimpan deretan destinasi wisata religi dengan arsitektur unik yang menarik untuk dijelajahi.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Masjid Tanjak Batam atau Masjid Tanwirun Naja. Berdiri megah di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, masjid ini memiliki bentuk arsitektur yang berbeda dari kebanyakan masjid di Indonesia.
Bentuk bangunannya menyerupai tanjak, penutup kepala tradisional laki-laki Melayu yang sarat makna budaya. Keunikan tersebut menjadikan Masjid Tanjak menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan nilai religius, identitas Melayu, dan desain arsitektur modern.
Daya tarik budaya Melayu ini juga relevan bagi wisatawan asal Malaysia. Kedekatan tradisi dan simbol budaya Melayu membuat masjid tersebut memiliki nilai tersendiri, terutama bagi pengunjung yang tertarik pada warisan budaya serumpun.
Lantas, apa saja yang membuat Masjid Tanjak menarik untuk dikunjungi? Dan destinasi wisata religi apa lagi yang bisa dijelajahi selama berada di Batam?
1. Masjid Tanjak Batam, Ikon Wisata Religi di Pintu Gerbang Kota
Masjid Tanjak atau Masjid Tanwirun Naja menjadi salah satu landmark Batam yang mudah dikenali berkat desain atapnya yang menyerupai tanjak Melayu.
Tidak seperti masjid pada umumnya yang identik dengan kubah bulat, bangunan ini mengusung bentuk arsitektur yang terinspirasi dari penutup kepala tradisional Melayu. Perpaduan warna biru dongker dan kuning kunyit semakin memperkuat karakter visualnya.
Keunikan desain tersebut membuat Masjid Tanjak menarik untuk dikunjungi oleh pencinta arsitektur, wisatawan religi, hingga pemburu foto perjalanan.
Lokasinya di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim juga menjadi nilai tambah. Wisatawan dapat memasukkan masjid ini ke dalam rencana perjalanan sebelum melanjutkan liburan ke pusat kota, kawasan wisata pantai, atau destinasi lainnya di Batam.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini menawarkan pengalaman wisata yang memperkenalkan identitas Melayu melalui bentuk bangunannya.
Bagi wisatawan Malaysia, kunjungan ke Masjid Tanjak bisa menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana simbol budaya Melayu dihadirkan dalam arsitektur modern di Indonesia.
2. Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kemegahan Wisata Religi Batam
Jika ingin melihat masjid berukuran besar dengan suasana yang megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di kawasan Tanjung Uncang patut masuk daftar perjalanan.
Masjid ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi Batam. Kompleks bangunannya memiliki skala yang luas, dengan desain monumental yang menarik perhatian wisatawan maupun jemaah.
Arsitekturnya menghadirkan nuansa Timur Tengah yang berpadu dengan identitas lokal. Area masjid yang luas juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati detail bangunan dan mengabadikan momen perjalanan.
Bagi wisatawan yang tertarik dengan wisata religi, tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata belanja atau pantai yang selama ini identik dengan Batam.
Pengunjung tetap perlu memperhatikan waktu salat, ketentuan berpakaian, serta aktivitas ibadah yang sedang berlangsung agar kunjungan berjalan nyaman dan tidak mengganggu jemaah.
3. Masjid Jabal Arafah, Menikmati Panorama Kota Batam dari Ketinggian
Ingin menggabungkan wisata religi dengan pengalaman menikmati pemandangan kota? Masjid Jabal Arafah di kawasan Lubuk Baja bisa menjadi pilihan menarik.
Masjid ini berada di tengah kawasan perkotaan Batam dan dikenal dengan konsep yang memadukan fungsi ibadah, ruang terbuka, serta fasilitas pendukung bagi pengunjung.
Salah satu daya tariknya adalah menara pandang setinggi sekitar 58 meter yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kota Batam dari ketinggian, sesuai ketentuan akses yang berlaku.
Lingkungan masjid juga dilengkapi taman dan fasilitas untuk bersantai. Kehadiran fasilitas tersebut membuat kawasan ini menarik bagi keluarga yang ingin menikmati suasana lebih tenang di tengah kesibukan kota.
Lokasinya yang berada di kawasan bisnis turut memudahkan wisatawan untuk menggabungkan kunjungan dengan agenda lain, seperti berburu kuliner atau berbelanja.
Masjid Jabal Arafah cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda: beribadah, menikmati ruang hijau, sekaligus melihat wajah perkotaan Batam dari sudut pandang lain.
4. Masjid Agung Raja Hamidah, Landmark Megah di Batam Center
Masjid Agung Raja Hamidah, yang dikenal luas sebagai Masjid Raya Batam, merupakan destinasi wisata religi yang mudah dijangkau dari kawasan Batam Center.
Lokasinya strategis, tidak jauh dari pusat pemerintahan dan kawasan pelayanan publik. Bagi wisatawan yang tiba melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, masjid ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu tempat yang dikunjungi selama berada di kawasan tersebut.
Bangunannya menghadirkan perpaduan kemegahan arsitektur masjid dengan sentuhan Melayu modern. Area pelataran yang luas menjadi salah satu daya tarik visual, terutama ketika pencahayaan malam menonjolkan karakter bangunan.
Wisatawan yang gemar fotografi dapat menjadikan masjid ini sebagai salah satu titik untuk mengabadikan perjalanan di Batam.
Selain menikmati arsitektur, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat perkembangan kawasan Batam Center yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota.
Untuk mendapatkan pengalaman yang nyaman, datanglah di luar waktu ibadah yang ramai dan pastikan area yang digunakan untuk berfoto memang diperbolehkan bagi pengunjung.
5. Masjid Muhammad Cheng Hoo, Perpaduan Budaya Tionghoa dan Islam
Batam juga memiliki destinasi wisata religi dengan karakter arsitektur yang berbeda, yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoo di kawasan Bengkong.
Masjid ini menarik perhatian karena desainnya mengadopsi unsur arsitektur Tionghoa. Penggunaan warna-warna mencolok dan bentuk bangunan yang khas memberikan suasana berbeda dibandingkan masjid dengan gaya arsitektur Melayu atau Timur Tengah.
Nama Cheng Hoo sendiri mengingatkan pengunjung pada Laksamana Cheng Ho, tokoh penjelajah laut dari Tiongkok yang dikenal dalam sejarah pelayaran Asia.
Perpaduan unsur budaya Tionghoa dan fungsi masjid menjadikan tempat ini menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal keberagaman budaya di Batam.
Bagi pencinta fotografi dan sejarah, kunjungan ke Masjid Muhammad Cheng Hoo dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk memahami bagaimana berbagai pengaruh budaya hadir di Kepulauan Riau.
Wisatawan dapat sekaligus menjelajahi kawasan Bengkong dan mencari pilihan kuliner di sekitar wilayah tersebut untuk melengkapi agenda perjalanan.
Tips Menjelajahi Wisata Religi di Batam
Agar perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengunjungi destinasi wisata religi di Batam.
1. Susun rute berdasarkan lokasi. Masjid Tanjak berada di kawasan Bandara Hang Nadim, sedangkan Masjid Jabal Arafah berada di Lubuk Baja dan Masjid Agung Raja Hamidah di Batam Center. Pengaturan rute dapat membantu menghemat waktu perjalanan.
2. Gunakan pakaian yang sopan. Wisatawan sebaiknya mengenakan pakaian yang menutup aurat ketika memasuki area masjid. Perhatikan pula aturan khusus yang berlaku di setiap lokasi.
3. Hindari mengganggu kegiatan ibadah. Jika ingin mengambil foto atau video, pilih area yang diperbolehkan dan hindari memotret jemaah tanpa izin.
4. Periksa akses fasilitas sebelum berkunjung. Fasilitas tertentu, termasuk menara pandang, dapat memiliki jam operasional atau ketentuan kunjungan tersendiri.
5. Sisihkan waktu untuk wisata kuliner. Setelah menjelajahi masjid, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan untuk mencicipi kuliner khas Melayu dan hidangan laut yang banyak dijumpai di Batam.
Wisata Religi Batam, Perjalanan Mengenal Budaya dan Keberagaman
Daya tarik Batam tidak hanya terletak pada pusat perbelanjaan, pantai, atau kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia. Kota ini juga memiliki destinasi wisata religi yang memperlihatkan kekayaan arsitektur dan keberagaman budaya.
Masjid Tanjak menjadi contoh menarik bagaimana simbol tradisional Melayu dapat dihadirkan dalam bangunan modern. Sementara itu, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Masjid Jabal Arafah, Masjid Agung Raja Hamidah, dan Masjid Muhammad Cheng Hoo menawarkan karakter serta pengalaman kunjungan yang berbeda.
Bagi wisatawan asal Malaysia, perjalanan ke tempat-tempat tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melihat kedekatan budaya Melayu sekaligus mengenal keberagaman masyarakat Batam.
Jadi, jika merencanakan liburan ke Batam, jangan hanya memasukkan agenda belanja dan wisata kuliner. Sisihkan waktu untuk menjelajahi wisata religi, menikmati arsitektur yang unik, dan mengenal sisi lain kota yang berada di jalur strategis perdagangan serta pariwisata Asia Tenggara ini.
Denni










