Mimbarjurnalis.com, Indragiri Hilir – Di saat sebagian besar masyarakat menikmati malam akhir pekan bersama keluarga, suasana berbeda justru dirasakan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Kateman. Lampu-lampu rumah yang tiba-tiba padam akibat gangguan pada mesin CAT Unit 3 pembangkit listrik membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memunculkan beragam keluhan. Namun di balik kondisi tersebut, ada perjuangan panjang para petugas PLN yang terus berjibaku demi mengembalikan terang bagi masyarakat.
Gangguan yang terjadi sejak Sabtu malam (6/6/2026) itu memaksa PLN ULP Sungai Guntung menerapkan pemadaman bergilir pada sejumlah wilayah layanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan sistem kelistrikan sembari proses perbaikan mesin pembangkit terus berlangsung.
Sejak gangguan terjadi, para teknisi dan operator pembangkit nyaris tidak memiliki waktu beristirahat. Mereka bekerja siang dan malam memeriksa setiap komponen mesin yang mengalami kerusakan, berupaya menemukan solusi tercepat agar pasokan listrik dapat kembali normal. Di tengah sorotan dan keluhan masyarakat, para petugas tetap fokus menjalankan tugasnya demi memastikan kebutuhan energi warga dapat segera terpenuhi.
Kepala ULP PLN Sungai Guntung, Dede, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Ia mengakui pemadaman yang berlangsung cukup lama telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, baik di sektor rumah tangga, usaha kecil, maupun aktivitas pelayanan publik.
Menurutnya, seluruh sumber daya yang dimiliki saat ini telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan sistem. Bahkan hingga Minggu (7/6/2026), tim teknis masih terus bekerja melakukan penanganan intensif pada mesin yang mengalami gangguan.
Di tengah situasi tersebut, muncul pula suara-suara masyarakat yang memilih memberikan dukungan kepada para petugas PLN. Salah seorang warga menilai bahwa kondisi yang terjadi bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh siapa pun, termasuk pihak PLN sendiri.
“Petugas PLN juga sedang berjuang. Mereka bekerja keras siang malam agar listrik kembali normal. Kita tentu berharap masalah ini cepat selesai, tetapi kita juga harus menghargai usaha mereka yang terus bekerja di lapangan,” ujar warga tersebut.
Pemadaman bergilir yang diberlakukan meliputi sejumlah kawasan OGF1 dan OGF2, mencakup jalan-jalan utama, kawasan permukiman, serta beberapa desa di wilayah pelayanan PLN Sungai Guntung. Meski kondisi ini cukup berat bagi masyarakat, harapan untuk segera pulih masih tetap terjaga.
Kabar yang paling ditunggu warga kini datang dari proses perbaikan yang terus menunjukkan perkembangan. Pihak PLN ULP Sungai Guntung menyatakan optimistis bahwa permasalahan pada mesin pembangkit dapat segera diatasi. Seluruh personel saat ini tengah berpacu dengan waktu agar proses perbaikan dapat dituntaskan pada sore hari, sehingga pasokan listrik dapat kembali normal dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas tanpa gangguan.
Bagi warga, listrik bukan sekadar penerangan. Ia menjadi urat nadi kehidupan modern yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, komunikasi, hingga kebutuhan keluarga sehari-hari. Karena itu, harapan yang sama kini terucap dari banyak rumah yang masih menunggu lampunya kembali menyala: semoga perjuangan para teknisi membuahkan hasil dan terang segera kembali menyelimuti Sungai Guntung serta wilayah sekitarnya.
(Sul)






