MimbarJurnalis.com, TEMBILAHAN – Ancaman kawanan kera liar yang semakin sering memasuki kawasan permukiman dan lingkungan sekolah di Tembilahan akhirnya membuat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengambil langkah cepat.
Demi menjaga keselamatan peserta didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir resmi mengalihkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak menjadi pembelajaran daring (belajar dari rumah).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Nomor 400.3.5/DISDIK/25 tanggal 5 Agustus 2026 tentang Pembelajaran Daring Satuan Pendidikan Terdampak.
Belajar dari Rumah Selama Tiga Hari
Keputusan itu diambil setelah Disdik Inhil menggelar rapat koordinasi bersama pihak sekolah, komite sekolah, Camat Tembilahan, Satpol PP, lurah, dan berbagai instansi terkait untuk membahas meningkatnya aktivitas kera liar di kawasan permukiman.
Berdasarkan hasil rapat, siswa di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak tidak diwajibkan hadir ke sekolah.
Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan secara daring mulai Kamis hingga Sabtu, 6–8 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah melalui tugas dan materi yang diberikan guru.
Sementara itu, khusus peserta didik TK dan PAUD, kegiatan pembelajaran untuk sementara diliburkan.
Orang Tua Resah, Keselamatan Anak Jadi Prioritas
Fenomena kera liar yang sebelumnya hanya muncul di beberapa lokasi kini dilaporkan semakin sering memasuki kawasan padat penduduk, termasuk area sekolah.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua yang cemas terhadap keselamatan anak-anak saat berangkat, pulang, maupun ketika berada di lingkungan sekolah.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memutuskan mengutamakan faktor keselamatan dibandingkan memaksakan pembelajaran tatap muka.
Guru Tetap Bertugas di Sekolah
Meski siswa belajar dari rumah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah.
Para guru akan menyesuaikan metode pembelajaran melalui sistem daring agar proses pendidikan tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas layanan kepada peserta didik.
Tim Gabungan Terus Tangani Kera Liar
Disdik Inhil juga mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas di area yang rawan dilalui kawanan kera liar.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa liar tersebut.
Sementara itu, tim gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan upaya penanganan guna mengendalikan keberadaan kawanan kera liar yang meresahkan warga.
Tatap Muka Kembali Jika Situasi Aman
Dinas Pendidikan memastikan pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan apabila kondisi telah dinyatakan aman dan ancaman kera liar berhasil dikendalikan.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan, sehingga proses belajar mengajar harus berlangsung di lingkungan yang aman dan kondusif.
Warga berharap penanganan terhadap kawanan kera liar dapat segera menemukan solusi agar aktivitas sekolah dan kehidupan masyarakat di Tembilahan kembali berjalan normal tanpa rasa khawatir.
Sul






