Kabar Buruk bagi Warga Nongsa Batam, IPAM Nongsa Berhenti Beroperasi Mulai Hari Ini

MimbarJurnalis.com, BATAM – Kekhawatiran warga terhadap ketersediaan air bersih di kawasan Nongsa, Kota Batam, akhirnya menjadi kenyataan. Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa resmi berhenti beroperasi mulai Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB akibat menurunnya ketersediaan air baku dari Waduk Nongsa.

Penghentian operasional tersebut diumumkan PT Air Batam Hilir (ABH), selaku pengelola distribusi air bersih di Kota Batam, melalui keterangan resminya di media sosial pada Selasa.

Minimnya curah hujan yang diperparah dampak fenomena El Niño menyebabkan debit air di Waduk Nongsa menyusut drastis. Kondisi ini membuat ketersediaan air baku tidak lagi mencukupi untuk mendukung kegiatan produksi di IPAM Nongsa.

“Dampak fenomena El Niño dan minimnya curah hujan menyebabkan penurunan ketersediaan air baku di wilayah Nongsa. Kondisi ini berdampak pada operasional IPAM Nongsa yang saat ini berhenti berproduksi,” demikian keterangan PT Air Batam Hilir.

Sebelumnya, Produksi IPAM Nongsa Sudah Dipangkas

Sebelum akhirnya berhenti beroperasi, IPAM Nongsa telah mengalami penurunan kapasitas produksi secara signifikan.

Dalam kondisi normal, instalasi tersebut mampu memproduksi air hingga 90 liter per detik. Namun, akibat keterbatasan air baku, kapasitas produksinya sebelumnya telah diturunkan menjadi hanya 10 liter per detik.

Penurunan kapasitas tersebut menjadi indikasi semakin terbatasnya pasokan air baku dari Waduk Nongsa. Kini, penghentian operasional IPAM membuat pengaturan distribusi air bagi pelanggan di wilayah terdampak perlu dilakukan.

Pasokan Air Dialihkan dari IPAM Duriangkang

Untuk mengantisipasi dampak penghentian produksi, PT Air Batam Hilir akan mengoptimalkan pasokan air dari IPAM Duriangkang menuju kawasan Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga pelayanan kepada pelanggan di tengah keterbatasan sumber air baku di wilayah Nongsa.

Meski demikian, pelanggan yang berada di jalur suplai IPAM Nongsa akan mengalami penyesuaian jam layanan air. Artinya, waktu ketersediaan air yang diterima pelanggan dapat berubah menyesuaikan kondisi distribusi dan kemampuan pasokan dari instalasi lainnya.

PT Air Batam Hilir belum merinci dalam keterangan tersebut berapa lama kondisi penghentian operasional IPAM Nongsa akan berlangsung.

Warga Diminta Menampung Air dan Menghemat Pemakaian

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat di kawasan Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya diimbau memanfaatkan air secara bijak.

PT Air Batam Hilir meminta pelanggan menampung air secukupnya ketika aliran tersedia serta memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan penting sehari-hari.

Imbauan ini menjadi penting karena pasokan air dari IPAM Duriangkang harus dioptimalkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdampak berhentinya produksi IPAM Nongsa.

Perusahaan menyatakan akan terus berupaya menjaga pelayanan distribusi air bersih meskipun ketersediaan air baku sedang terbatas.

Saluran Pengaduan Air Batam Hilir

Pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi saluran resmi PT Air Batam Hilir melalui:

* Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP): Bengkong, Batu Aji, dan kantor pusat (HO) Batam Center.
* Call Center: (0778) 5700 000.
* WhatsApp: 0811 778 0166.

Penghentian operasional IPAM Nongsa menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan air baku, terutama ketika curah hujan rendah dan dampak El Niño meningkatkan tekanan terhadap sumber air di Batam.

Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan mengikuti informasi resmi dari PT Air Batam Hilir dan menghemat penggunaan air hingga kondisi pasokan kembali membaik.

Den

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *