Asap Makin Pekat dan Api Sulit Dikendalikan, Brimob Polda Riau Bawa Tabung Oksigen ke Lokasi Karhutla

MimbarJurnalis.com, RIAU – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau semakin berat untuk ditangani. Kepungan asap tebal, suhu panas, angin kencang, hingga keterbatasan sumber air membuat petugas pemadam harus menghadapi kondisi ekstrem di garis depan.

Untuk membantu personel yang bertugas di tengah asap pekat, Satbrimob Polda Riau membekali tim gabungan dengan tabung oksigen.

Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi di lokasi kebakaran pada Selasa (25/8/2026) dinilai lebih berat dibandingkan hari sebelumnya.

Kabag Ops Satbrimob Polda Riau AKBP Rivana Wahdi mengatakan penggunaan oksigen menjadi salah satu langkah antisipasi untuk membantu personel yang bekerja langsung melakukan pemadaman.

“Hari ini pemadaman kami berbeda dengan hari kemarin karena melihat kondisi asap semakin tebal. Oleh karena itu, kami membawa oksigen untuk personel yang melakukan pemadaman di bagian depan,” kata Rivana di lokasi karhutla.

Asap Tebal, 10 Tabung Oksigen Dibawa ke Lokasi Karhutla

Dalam operasi pemadaman kali ini, Satbrimob Polda Riau membawa sedikitnya 10 tabung oksigen.

Tabung tersebut disiapkan untuk membantu personel yang harus bekerja dalam kondisi udara penuh asap dan suhu tinggi.

Menurut Rivana, satu tabung oksigen dapat digunakan hingga sekitar satu jam, tergantung kebutuhan di lapangan.

“Hari ini kami bawa 10 tabung oksigen. Masa pakainya sampai satu jam dan juga membantu mempercepat proses pemadaman,” ujarnya.

Sebanyak 58 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Mereka harus menghadapi medan sulit dengan kondisi lingkungan yang dipenuhi asap dan panas dari kobaran api.

Mesin Banyak, Tapi Sumber Air Terbatas

Tantangan besar lainnya adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Meski peralatan dan mesin pemadam tersedia, petugas masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memadamkan api.

“Untuk sampai saat ini sumber air masih terbatas. Mesin banyak, tapi sulit mendapatkan air,” ungkap Rivana.

Kondisi itu membuat proses pemadaman menjadi lebih rumit. Petugas harus mengatur strategi agar air yang tersedia dapat digunakan secara efektif untuk menahan dan memadamkan titik-titik api.

Angin Kencang Bikin Api Berpotensi Cepat Menjalar

Selain asap dan minimnya sumber air, angin kencang juga menjadi ancaman serius bagi tim gabungan.

Tiupan angin dapat mempercepat perambatan api ke area lain sekaligus membuat arah asap berubah-ubah.

“Hari ini agak berat, karena angin sangat kencang,” kata Rivana.

Untuk mencegah kobaran api semakin meluas, petugas juga mendapat bantuan alat berat.

Alat berat tersebut digunakan untuk membuat jalur pemutus dan memotong bagian depan perambatan api atau kepala api, sehingga kobaran tidak cepat menjalar ke kawasan lain.

“Hari ini juga dibantu pakai alat berat untuk memotong kepala api sehingga api tidak cepat merambat,” pungkasnya.

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Petugas Hadapi Kondisi Ekstrem

Operasi pemadaman di Riau memperlihatkan betapa beratnya perjuangan petugas di lapangan.

Bukan hanya menghadapi api, personel juga harus bertahan dari asap tebal yang mengganggu pernapasan, panas ekstrem, angin kencang, dan keterbatasan air.

Penggunaan tabung oksigen menjadi gambaran seriusnya kondisi yang dihadapi tim pemadam di garis depan.

Di tengah ancaman karhutla yang dapat memicu kabut asap dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat, upaya pemadaman terus dilakukan agar api tidak semakin meluas.

Asap semakin pekat, air terbatas, dan angin terus bertiup kencang. Kini, petugas pemadam bahkan harus membawa tabung oksigen untuk bertahan dan menaklukkan api di tengah kepungan asap karhutla.

Rom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *