Diduga Ada Pungli di Lapas Kelas IIA Kota Batam Petugas Sipir Minta Upeti Kepada Pembesuk

Mimbarjurnalis.com, Batam – Diduga Lapas Kelas IIA Batam terjadi pungutan liar pungli di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Batam sudah tidak menjadi rahasia umum lagi diduga petugas sipir lapas batam meminta uang pada pembesuk. Kamis, (22/06/2023).

Lapas Kelas IIA Batam, diduga petugas Sipir bahkan tak malu lagi meminta uang mereka diduga jadikan masyarakat yang membesuk rekan atau saudaranya sebagai tambahan omset harian.

Dua mantan warga binaan Lapas Kelas IIA Batam itu yang melaporkan. Mereka adalah inisial (I dan S) dan (AR) yang namanya tidak mau di beritakan.

Laporan itu diberikan lantaran ada dugaan penyimpangan dan pelanggaran yang terjadi di Lapas Kelas La Batam. Diduga di sana kerap kali terjadi aksi pungutan liar (pungli).

Penelurusan yang dilakukan dengan yang sama awak media menyusup sebagai pembesuk, beberapa waktu lalu, membuktikan jika diduga pungli di Lapas yang terletak di kawasan sagulung tersebut ternyata masih ada, gila-gilaan luar biasa.

Sekitar pukul 10.30 WIB, (AS) menemui seorang sipir yang berjaga di Lapas tersebut gila-gilaan Pengamanan terlihat cukup ketat, tiap pengunjung harus melewati garis merah, pemeriksaan sebelum akhirnya diperbolehkan membesuk. 

“Sebelumnya Sudah pernah ke sini”. . ? Kata mas sipir yang namanya kami simpan 

Mas Sipir itu kemudian mempersilahkan (AS) yang kebetulan awak media menyusup, membesuk salah seorang napi. “mas sipir memerintahkan untuk masuk ke sebuah ruangan berukuran 1×1,5 meter.

Diruangan tersebut, mas sipir lansung melakukan pemeriksaan, hingga harus melepaskan semua pakaian, Suguh ketat.

Ini Prosedurnya memang demikian untuk memastikan tidak ada narkoba masuk, kata mas sipir.

Memastikan (AS) tidak membawa barang-barang mencurigakan, Mas sipir tersebut mempersilahkan untuk masuk ruang besuk. Disana, seorang tahanan yang kami besuk sudah menunggu.

Cukup luas ruangan itu, terlihat puluhan warga sedang membesuk. masing-masing bercengkrama meski dibatasi terali besi. 

Up’s..waktu besuk yang diberikan sudah habis, mulailah muncul kejanggalan, suasana sunyi dan sepi, mas sipir pun mulai beraksi, memerintahkan untuk keluar.

Sampai di pintu (AS) yang tidak paham jika harus membayar uang, lansung berjalan ke arah pintu keluar. Mas sipir, yang nampaknya tak mau kehilangan mangsa, itu kembali memangil. 

Sudah pernah ke mari, Tanya Mas sipir itu kembali, mengingatkan sesuatu yang terlupakan. Berapa harus bayar ? ucapnya (AS). 

Dengan spontan Mas sipir tersebut lansung menegaskan, jika dirinya tidak mematok harga yang ditentukan. Mas sipir dengan lembut ucapkan suka rela saja, jawabnya lembut dan halus, sembari menyodorkan tanganya.

Bersambung..